Waspada! BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang akan melanda wilayah Jawa dan Maluku dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi. BMKG menyarankan selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui situs resmi, aplikasi, dan media sosial untuk langkah antisipasi.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Waspada! BMKG Prediksi Hujan Deras di Jawa dan Maluku
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang melanda sejumlah wilayah di Jawa dan Maluku. Peringatan ini disampaikan melalui siaran resmi BMKG pada Sabtu (4/1/2026), menekankan perlunya kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah.
BMKG mencatat, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di beberapa kabupaten dan kota. Curah hujan diperkirakan mencapai 50-100 mm per hari di daerah dataran rendah, sementara wilayah pegunungan dapat mengalami hujan lebih intens. Pihak BMKG menekankan pentingnya mengantisipasi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Masyarakat diminta untuk memantau informasi cuaca terbaru secara rutin melalui aplikasi resmi BMKG dan media sosial, agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dan meminimalkan risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem.
Wilayah Terdampak dan Potensi Bahaya
Di Pulau Jawa, hujan lebat diprediksi melanda Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya diperingatkan agar menyiapkan mitigasi banjir di titik rawan.
Sementara itu, di Maluku, hujan intens terjadi di Ambon, Tual, dan Pulau Seram. BMKG menyebut hujan dengan durasi lama bisa memicu genangan dan longsor di wilayah perbukitan, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal.
Selain itu, hujan lebat disertai angin kencang juga berpotensi merusak atap rumah, tiang listrik, dan pohon. Warga diminta untuk tidak menunda evakuasi atau tindakan pengamanan jika kondisi cuaca semakin ekstrem.
Baca Juga: Warga Maluku Tolak Minimarket, Pemkab Tegaskan Belum Ada Izin
Antisipasi Pemerintah dan Aparat Lokal
Pemerintah daerah di wilayah terdampak telah menyiapkan posko siaga banjir dan tanah longsor. Petugas BPBD setempat diminta untuk meningkatkan patroli, mengecek aliran sungai, dan menyiapkan peralatan darurat untuk evakuasi cepat.
Sekolah dan fasilitas umum diimbau untuk menunda kegiatan di luar ruangan saat hujan lebat terjadi. Pihak kepolisian juga diinstruksikan menjaga arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan akibat jalan licin.
Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyebarkan informasi peringatan dini melalui media lokal, radio, dan pesan singkat kepada masyarakat. Tujuannya agar warga dapat merencanakan aktivitas dan melindungi aset mereka dengan lebih efektif.
Saran BMKG dan Langkah Masyarakat
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga, termasuk menyiapkan obat-obatan, air bersih, dan makanan darurat. Masyarakat diminta menghindari daerah rawan banjir dan longsor, serta tidak mendekati sungai atau tebing saat hujan deras.
Warga yang tinggal di rumah dengan risiko tinggi diminta memperkuat struktur atap, menyingkirkan benda-benda yang mudah terbawa angin, dan menyiapkan jalur evakuasi. Selain itu, selalu periksa informasi cuaca terbaru sebelum bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian harta dan korban jiwa. BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan koordinasi antara pemerintah, aparat lokal, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi potensi cuaca ekstrem di Jawa dan Maluku.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com