Bentrokan antarwarga pecah di Kepulauan Aru, Maluku, menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya konflik yang dipicu sengketa lama.
Aparat TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta mencegah bentrokan susulan. Situasi mencekam menyelimuti wilayah Aru, sementara upaya mediasi dan penegakan hukum terus dilakukan demi memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Tragedi di Aru Maluku 2 Meninggal, Puluhan Luka
Bentrokan antarwarga kembali terjadi di Kepulauan Aru, Maluku, menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa. Insiden yang berlangsung pada Minggu malam (5 Januari 2026) itu menyebabkan dua orang tewas, 25 lainnya mengalami luka-luka, dan 26 rumah warga hangus terbakar akibat amukan massa.
Menurut saksi mata, bentrokan bermula dari perselisihan lama terkait lahan dan hak ulayat yang memanas di salah satu desa. Kedua kelompok warga terlibat adu fisik, hingga berujung pada pembakaran rumah dan penggunaan senjata tajam. Warga yang tidak terlibat menjadi korban karena situasi yang cepat memburuk.
Pihak kepolisian dan TNI setempat segera diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Petugas melakukan pengungsian warga dari rumah-rumah yang berisiko terbakar, sekaligus menyisir lokasi untuk memisahkan kelompok yang berseteru. Meski begitu, ketegangan masih terasa karena beberapa warga mencoba kembali ke lokasi.
Urutan Peristiwa dan Dampak Kerusakan
Bentrokan terjadi sekitar pukul 19.30 WIT, ketika massa dari dua desa berbeda bertemu di titik perbatasan. Pertikaian yang awalnya hanya adu mulut dengan cepat berubah menjadi kekerasan fisik, termasuk lemparan batu dan senjata tajam.
Dua warga tewas akibat luka bacok dan tusukan, sementara 25 lainnya mengalami luka-luka ringan hingga serius dan langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Evakuasi korban menjadi prioritas utama aparat.
Kerusakan fisik juga sangat parah. Sebanyak 26 rumah terbakar, sebagian besar terbuat dari kayu dan atap daun, sehingga api cepat merambat. Barang-barang milik warga ikut hangus, membuat sebagian korban kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat, Angin Kencang di Jawa dan Maluku
Tindakan Aparat dan Upaya Pengamanan
Pihak kepolisian dan TNI langsung membentuk posko darurat di lokasi bentrokan. Aparat melakukan patroli rutin untuk mencegah bentrokan susulan, serta memastikan warga tetap berada di tempat aman.
Selain itu, aparat juga mengamankan beberapa warga yang diduga memprovokasi konflik. Koordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat dilakukan untuk menenangkan kedua belah pihak serta mengupayakan dialog damai.
Petugas medis dikerahkan untuk menangani korban luka, sementara tim pemadam kebakaran memastikan sisa-sisa api tidak kembali menyala. Bantuan logistik dan tempat pengungsian sementara juga disiapkan bagi warga yang kehilangan rumah.
Akar Masalah dan Pemicu Bentrokan
Bentrokan di Aru Maluku diduga dipicu oleh perselisihan lama terkait lahan ulayat dan kepemilikan hak akses ke wilayah tertentu. Beberapa warga menyatakan bahwa ketegangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, namun tidak pernah terselesaikan secara hukum maupun adat.
Selain itu, kesenjangan ekonomi dan perbedaan kepentingan antarwarga turut memperburuk konflik. Ketidakhadiran mediasi resmi dari aparat maupun tokoh adat sebelum bentrokan memungkinkan pertikaian berkembang menjadi kekerasan fisik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri, menghormati proses hukum, dan menghindari aksi balas dendam. Aparat menegaskan bahwa semua pelaku kekerasan akan diproses sesuai ketentuan hukum, sekaligus memastikan situasi segera kondusif kembali.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari radarsurabaya.jawapos.com