Sekitar 200 mahasiswa Maluku sempat terdampar di pelabuhan, menghadapi drama mudik yang nyaris merusak momen Lebaran mereka.
Di tengah hiruk-pikuk mudik Lebaran 2026, sekitar 200 mahasiswa dan warga Taliabu, Maluku Utara, nyaris gagal pulang. Mereka tertahan dua hari di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara, karena kehabisan tiket kapal. Berkat program mudik gratis dan koordinasi antarprovinsi, mereka akhirnya berangkat, membawa harapan reuni keluarga.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Krisis Tiket di Pelabuhan
Ratusan mahasiswa yang kuliah di Kendari berbondong-bondong ke pelabuhan untuk mudik ke Pulau Taliabu. Kuota tiket kapal cepat terbatas, membuat empat kelompok pemudik tertahan selama dua hari penuh. Kekacauan ini memuncak pada Sabtu, di mana antrean panjang dan kabar kehabisan tiket menyebar cepat.
Kondisi pelabuhan kian tegang dengan cuaca buruk dan penumpang bertambah. Banyak yang sudah booking tiket berbulan-bulan sebelumnya, tapi tetap saja oversold. Mahasiswa merasa putus asa, khawatir tak bisa rayakan Lebaran bersama orang tua di kampung halaman.
Pihak pelabuhan Bandarannya Ujung Kendari melaporkan peningkatan penumpang hingga 6 persen jelang H-3 Lebaran. Situasi ini mencerminkan lonjakan mudik nasional, di mana jutaan orang berebut transportasi laut dan darat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Koordinasi Darurat Antar Daerah
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, langsung turun tangan. Ia mengkoordinasikan dengan Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Taliabu untuk tambahan kuota mudik gratis. Hasilnya, 200 orang mendapat tiket prioritas melalui program Pemprov Sultra yang sudah disetujui Kemenhub.
Program mudik gratis Sultra menyiapkan 7.800 tiket laut untuk rute kepulauan seperti Kendari ke Baubau dan Raha. Kali ini, ekstensi ke Taliabu jadi penyelamat. Koordinasi ini melibatkan kapal cepat seperti KM Express Bahari untuk percepatan.
Dukungan pemerintah pusat melalui Kemenhub memastikan keselamatan dan kelancaran. Inspeksi ramp check dilakukan pada semua armada, mencegah kecelakaan di musim mudik yang rawan.
Baca Juga: Mudik Lebaran di Kepulauan Maluku, Perjalanan Penuh Makna dan Tradisi
Pelepasan Emosional di Dermaga
Pada Minggu, 15 Maret 2026, Gubernur Andi Sumangerukka melepas keberangkatan di Pelabuhan Nusantara Kendari. Wajah bahagia para pemudik kontras dengan cemas dua hari sebelumnya. Mereka berterima kasih atas bantuan yang datang tepat waktu.
Sebagian besar peserta adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kendari. Mereka menumpang kapal menuju Bobong, ibu kota Pulau Taliabu. Acara pelepasan dihadiri pejabat lokal, menambah semangat perjalanan panjang pulang kampung.
Suasana haru terasa saat gubernur berpesan agar mudik aman dan sehat. Ini jadi momen ikonik, di mana solidaritas antardaerah selamatkan rencana Lebaran ribuan keluarga.
Dampak Dan Pelajaran Lebaran 2026
Insiden ini menyoroti secara jelas masalah kuota transportasi mudik di daerah terpencil. Program gratis seperti yang diterapkan di Sultra menjadi contoh sukses yang patut dicontoh, namun tetap perlu perluasan untuk tahun depan. Pemerintah pun diminta untuk menambah armada laut secara signifikan demi menghindari drama serupa di masa mendatang.
Lonjakan mudik 2026 diprediksi akan mencapai 13 juta perjalanan hanya di Sultra saja. BPTD telah menyiapkan strategi yang matang, tetapi pengalaman 200 mahasiswa tersebut mengingatkan kita akan pentingnya perencanaan dini dan koordinasi lebih baik.
Ke depan, kolaborasi antara Pemda dan pihak swasta dapat memfasilitasi lebih banyak pemudik dengan cara lebih efektif. Cerita ini menjadi inspirasi sekaligus bukti nyata bahwa gotong royong mampu menyelamatkan mudik di negeri kepulauan seperti Indonesia.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari ramadhan.antaranews.com