Dinding pembangunan gerai Alfamidi di Maluku Tenggara tiba-tiba roboh saat pengerjaan, dua pekerja tewas dan satu orang lainnya mengalami luka parah akibat tertimpa reruntuhan.
Peristiwa tersebut menyebabkan dua pekerja meninggal dunia. Korban diketahui bernama Mohamad Yudi dan Topik Hidayat. Sementara satu pekerja lain bernama Herno mengalami luka parah dan mendapat perawatan medis.
Material bangunan yang runtuh membuat suasana di lokasi langsung panik. Warga sekitar berusaha membantu proses evakuasi setelah mengetahui ada pekerja yang tertimpa reruntuhan. Info Kejadian Manado akan mengulas kronologi dinding gerai Alfamidi di Maluku Tenggara yang ambruk saat pembangunan, menyebabkan dua pekerja tewas dan satu lainnya terluka.
Dinding Bangunan Mendadak Roboh Saat Pekerja Beraktivitas
Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIT. Saat kejadian, para pekerja sedang melakukan pembangunan gerai Alfamidi di kawasan Watdek. Salah seorang warga bernama Hendrik menceritakan bahwa kondisi cuaca saat itu cukup buruk. Angin bertiup sangat kencang ketika dinding bangunan tiba-tiba ambruk.
Hendrik yang berada tidak jauh dari lokasi melihat warga mulai membantu para korban. Beberapa orang langsung membawa pekerja yang terluka menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
“Tadi pas kejadian itu angin sangat kencang sekali. Saat saya lewat, ada yang sudah mengangkat korban ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit,” ujar Hendrik. Menurutnya, bangunan tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Dinding yang baru dibuat belum sepenuhnya selesai ketika kejadian tragis itu terjadi.
Warga Melihat Dinding Roboh hingga Rata dengan Tanah
Hendrik mengatakan bagian dinding bangunan yang ambruk mengalami kerusakan cukup parah. Material bangunan jatuh dan menutup area tempat para pekerja berada. Ia melihat beberapa bagian dinding roboh hingga rata dengan tanah. Kondisi tersebut membuat warga langsung bergerak membantu mencari para korban.
Proses evakuasi berlangsung dengan bantuan masyarakat sekitar. Warga berusaha mengangkat material bangunan agar para pekerja yang tertimpa bisa segera dikeluarkan. Peristiwa tersebut membuat aktivitas pembangunan gerai Alfamidi langsung berhenti. Area sekitar lokasi juga menjadi perhatian warga karena insiden tersebut menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Geger Manado! Kakak-Adik Tewas Tenggelam di Pantai Karangria, Kronologi Tragis Terungkap
Polisi Ungkap Kronologi Tiga Pekerja Tertimpa Reruntuhan
Kepala Seksi Humas Polres Maluku Tenggara, Ipda Wandi Puasa, membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut. Polisi menerima laporan mengenai tiga pekerja yang menjadi korban runtuhan bangunan.
Menurut Wandi, dua pekerja meninggal dunia dalam kejadian itu. Sementara satu pekerja lainnya mengalami kondisi kritis akibat tertimpa material bangunan. Berdasarkan keterangan saksi, ketiga korban sedang duduk dan berbincang di bawah dinding beton yang baru selesai dikerjakan.
Tanpa diduga, dinding tersebut roboh dan langsung menimpa mereka. Para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri karena runtuhan terjadi secara tiba-tiba. “Saat kejadian, ketiga korban sedang duduk mengobrol di bawah dinding beton yang baru dikerjakan. Tiba-tiba tembok tersebut roboh dan menimpa mereka,” jelas Wandi.
Angin Kencang Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Tembok Ambruk
Polisi menduga kondisi bangunan dan cuaca menjadi faktor yang menyebabkan dinding tersebut roboh. Saat kejadian, angin kencang melanda wilayah tersebut. Selain itu, lokasi pembangunan yang menghadap ke laut juga membuat area tersebut lebih rentan terkena hembusan angin kuat.
Wandi menjelaskan bahwa dinding yang roboh belum memiliki tiang penyangga yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuat struktur bangunan belum mampu menahan tekanan dari luar. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Evaluasi Keselamatan Kerja Jadi Sorotan Usai Insiden
Peristiwa ambruknya dinding gerai Alfamidi di Maluku Tenggara menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dalam pekerjaan konstruksi. Setiap pembangunan membutuhkan perhitungan struktur yang matang agar pekerja tetap aman selama menjalankan tugas.
Kecelakaan kerja seperti ini dapat terjadi ketika kondisi bangunan belum siap atau faktor lingkungan tidak mendapat perhatian yang cukup. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi perlu terus ditingkatkan agar keselamatan pekerja menjadi prioritas utama. Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap korban dan mendalami penyebab runtuhnya dinding bangunan tersebut.