Polairud Polda Maluku bersama warga Soahuku menggelar aksi bersih laut, mengangkut 15 kilogram sampah plastik dari pesisir.
Direktorat Polairud Polda Maluku menggelar aksi bersih pantai di pesisir Negeri Soahuku, Maluku Tengah, mengangkut 15 kilogram sampah plastik. Kegiatan melibatkan personel Polairud dan warga setempat melalui program “Sapu Bersih Laut/Pantai”, menunjukkan peran Polairud menjaga keamanan laut sekaligus melestarikan lingkungan pesisir.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Tujuan Aksi Bersih Pantai di Soahuku
Program “Sapu Bersih Laut/Pantai” di Soahuku bertujuan menekan pencemaran laut akibat sampah plastik. Soahuku dipilih karena menjadi kawasan pesisir yang sering terdampak sampah yang dibawa arus dan aktivitas masyarakat. Polairud menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut demi kelangsungan nelayan dan mata pencaharian pesisir.
Aksi dimulai pukul 09.30 WIT, ketika personel Polairud dan warga menyusuri pantai untuk mengumpulkan sampah. Sebagian besar sampah adalah plastik, seperti bungkus makanan, kantong kresek, dan botol minuman bekas. Total sampah yang terangkut mencapai sekitar 15 kg, meski kecil tapi bernilai simbolis sebagai langkah awal.
Direktur Polairud Polda Maluku Handoyo Santoso mengatakan kegiatan ini bagian dari komitmen Polri menjaga keberlanjutan lingkungan laut. Menurutnya, menjaga laut bersih sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam membuang sampah secara benar. Ia berharap aksi di Soahuku bisa menjadi contoh bagi wilayah pesisir lain di Maluku.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kolaborasi Polairud dan Masyarakat Pesisir
Kegiatan di Soahuku dilakukan secara gotong royong antara personel KP.XVI‑2007 dan masyarakat setempat. Warga ikut mengangkat sampah dari pantai, membawa ke tempat penampungan, dan memisahkan berdasarkan jenisnya. Kolaborasi ini menunjukkan menjaga laut adalah tugas bersama, bukan hanya aparat.
Polairud memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat silaturahmi dan kemitraan dengan masyarakat pesisir. Melalui dialog singkat, personel menjelaskan dampak pencemaran laut terhadap ekosistem dan nelayan. Warga diimbau tidak membuang sampah ke laut dan menjaga kawasan pesisir dari aktivitas merusak.
Direktur Polairud menegaskan sinergi aparat dan masyarakat kunci menekan sampah plastik di laut. Ia berharap aksi Soahuku bisa dicontoh oleh desa pesisir lain di Maluku Tengah dan Maluku secara umum. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, perairan Maluku diharapkan tetap bersih dan mendukung kehidupan nelayan.
Baca Juga: Hebat! Gubernur Maluku Inisiasi Sinkronisasi SDA Untuk Pertahanan Laut
Edukasi Lingkungan dan Perubahan Perilaku
Selain pembersihan, Polairud juga memberi edukasi lingkungan di sekitar pantai Soahuku. Personel menjelaskan bahaya sampah plastik bagi biota laut, mangrove, dan kualitas air. Mereka juga mengaitkan laut sehat dengan kualitas ikan dan sumber daya perikanan milik masyarakat.
Warga diharapkan tidak hanya mengangkat sampah, tetapi juga mengubah kebiasaan pengelolaan sampah sehari‑hari. Polairud mendorong penggunaan kantong kain, pengurangan kemasan plastik sekali pakai, serta pemilahan sampah di rumah. Aksi ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran jangka panjang, bukan hanya kegiatan insidental.
Direktur Polairud menegaskan keberhasilan diukur dari perubahan perilaku masyarakat, bukan dari jumlah sampah. Ia mengajak orang tua, guru, dan pemimpin adat di Soahuku menyampaikan pesan peduli laut kepada generasi muda. Melalui pendidikan sejak dini, anak‑anak diharapkan tumbuh menjadi penjaga laut di masa depan.
Komitmen Jangka Panjang Polairud Maluku
Aksi bersih pantai di Soahuku bagian dari komitmen jangka panjang Polairud Polda Maluku untuk menjaga laut dan pesisir. Sebelumnya, Polairud juga menggelar program serupa di kawasan pesisir dan pelabuhan di Maluku dan Maluku Utara. Dari kegiatan ini, aparat perairan menunjukkan peran mereka sebagai penjaga keamanan sekaligus pemelihara ekosistem laut.
Program “Sapu Bersih Laut/Pantai” diharapkan menjadi agenda rutin di titik pesisir di Maluku. Lokasi akan dipilih berdasarkan tingkat kerusakan, kebutuhan masyarakat, dan keterlibatan aktif masyarakat. Tujuannya agar tiap aksi menjadi ajang membangun jejaring masyarakat peduli laut di Maluku.
Polairud mengajak sekolah, organisasi pemuda, dan kelompok nelayan untuk merancang program peduli laut setempat. Sukses aksi di Soahuku diharapkan menjadi inspirasi bagi desa pesisir lain untuk menginisiasi aksi serupa mandiri. Dengan dukungan semua pihak, Polairud menargetkan kebersihan laut dan pesisir Maluku semakin membaik ke depan.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ambon.antaranews.com
- Gambar Kedua dari malukuexpress.com