BKSDA Maluku berhasil mengamankan dua ekor Nuri Maluku dari penyelundupan di perairan Banda penyelamatan ini menjadi langkah penting untuk melindungi satwa.
Setelah kejadian, BKSDA memperketat pengawasan jalur laut dengan patroli rutin, koordinasi aparat, serta edukasi kepada masyarakat dan nelayan. Raja Arguni juga menegaskan pentingnya Sasi Adat untuk menjaga keseimbangan alam.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Manado.
2 Nuri Maluku Selamat Dari Penyelundupan di Banda
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku berhasil mengamankan dua ekor burung Nuri Maluku dari sebuah kapal yang melintas di perairan Banda. Operasi penyelamatan ini dilakukan setelah informasi dari nelayan setempat yang mencurigai adanya perdagangan satwa dilindungi.
Petugas BKSDA langsung membawa Nuri Maluku ke pusat rehabilitasi satwa untuk pemeriksaan kesehatan dan penempatan sementara. “Kedua burung ini dalam kondisi baik, meski terlihat stres akibat perjalanan dan penahanan,” ujar Kepala BKSDA Maluku. Proses rehabilitasi akan memastikan burung kembali sehat sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.
Pihak berwenang menegaskan bahwa perdagangan satwa liar, termasuk Nuri Maluku, melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Penindakan ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa pelestarian satwa dilindungi menjadi prioritas pemerintah dan lembaga terkait.
BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
Setelah penangkapan Nuri Maluku, BKSDA Maluku meningkatkan pengawasan di jalur laut Banda. Tim patroli laut diperkuat dengan alat komunikasi dan sensor GPS untuk memantau pergerakan kapal yang dicurigai membawa satwa dilindungi. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya perdagangan ilegal di wilayah perairan yang luas dan rawan.
Selain patroli, BKSDA juga melakukan koordinasi dengan Syahbandar dan aparat kepolisian laut untuk memeriksa dokumen kapal yang berlayar. Setiap kapal diminta menunjukkan surat izin angkut dan kargo untuk memastikan tidak ada satwa dilindungi yang diselundupkan.
Upaya edukasi juga dijalankan oleh BKSDA melalui kampanye di pelabuhan, sekolah, dan komunitas nelayan. Informasi tentang satwa dilindungi dan sanksi hukum disebarluaskan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga ekosistem laut serta dampak negatif perdagangan ilegal terhadap biodiversitas.
Baca Juga: Kolaborasi Polri-TNI-Pemda, Wujud Nyata Pelayanan Publik di Pulau Haruku
Raja Arguni Tegaskan Pentingnya Sasi Adat
Di tengah upaya pengawasan, Raja Arguni menegaskan pentingnya Sasi Adat sebagai pengatur pemanfaatan sumber daya alam di wilayah pesisir. Menurut Raja Arguni, aturan adat ini berlaku untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi satwa seperti Nuri Maluku dari perburuan atau perdagangan ilegal.
Sasi Adat juga berfungsi sebagai pengingat sosial bagi masyarakat lokal untuk mematuhi larangan mengambil atau menjual satwa tertentu selama periode tertentu. Pelanggaran terhadap Sasi Adat dapat memicu sanksi adat yang diakui secara turun-temurun, menambah lapisan perlindungan bagi lingkungan dan satwa.
Kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan BKSDA menjadi strategi efektif untuk melindungi keanekaragaman hayati. Dengan menggabungkan kearifan lokal dan regulasi modern, pelestarian Nuri Maluku dan satwa lain di Maluku dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Dampak dan Upaya Konservasi Jangka Panjang
Penyelamatan Nuri Maluku ini memberikan efek positif bagi kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian satwa. Nelayan, pedagang, dan warga setempat diimbau untuk melaporkan kegiatan mencurigakan terkait perdagangan satwa dilindungi agar tindakan cepat dapat dilakukan.
BKSDA juga menyiapkan rencana pelepasliaran burung yang telah direhabilitasi, memastikan mereka kembali ke habitat alami dengan aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung regenerasi populasi Nuri Maluku dan menjaga keseimbangan ekosistem di Banda dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, kombinasi pengawasan jalur laut, edukasi masyarakat, dan penghormatan terhadap Sasi Adat Raja Arguni diharapkan menjadi model konservasi yang efektif. Langkah-langkah ini menekankan bahwa perlindungan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah, masyarakat adat, dan warga lokal.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Manado.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari lestari.kompas.com
- Gambar Kedua dari lestari.kompas.com