BMKG mengungkap penyebab gempa M 5,5 yang mengguncang Maluku Tengah gempa tektonik ini dipicu oleh aktivitas deformasi.
Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah sekitar, meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan memastikan informasi hanya dari kanal resmi BMKG. Simak penjelasan lengkap BMKG tentang sumber, mekanisme, dan langkah antisipasi gempa di Maluku Tengah.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Maluku Tengah Diguncang Gempa Magnitudo 5,2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah Maluku Tengah, Maluku, pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Gempa ini menimbulkan getaran yang dirasakan di berbagai daerah, meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan yang dilaporkan hingga saat ini.
BMKG mencatat peristiwa terjadi pada pukul 06.50.44 WIB. Berdasarkan pemutakhiran data, gempa memiliki magnitudo 5,2 dengan episenter berada di darat sekitar 26 kilometer barat laut Maluku Tengah. Lokasi episenter tercatat pada koordinat 3,26 derajat Lintang Selatan dan 128,72 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 59 kilometer.
Karakteristik gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, yang menjelaskan bahwa kedalaman sumber gempa mempengaruhi intensitas getaran yang dirasakan di wilayah sekitar.
Gempa di Maluku Tengah Dipicu Pergerakan Lempeng Banda
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa tektonik yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Banda. Pergerakan lempeng ini menyebabkan tekanan yang menumpuk hingga akhirnya melepaskan energi berupa gempa bumi.
Menurut Daryono, mekanisme gempa ini adalah thrust fault atau pergerakan naik, yang terjadi karena deformasi batuan di dalam lempeng (intra-slab). Fenomena seperti ini umum terjadi di wilayah Maluku, yang berada di kawasan ring of fire dengan aktivitas seismik tinggi.
Gempa intra-slab sering terjadi di wilayah dengan lempeng aktif dan bisa menimbulkan getaran cukup kuat meskipun episenter berada di darat. Masyarakat diminta memahami bahwa gempa ini merupakan bagian dari dinamika geologi wilayah setempat.
Baca Juga: Terbongkar! Rahasia Satpol PP Bikin PNS Kocar-Kacir, Disiplin Langsung Meroket!
Dampak Gempa di Wilayah Terdampak
BMKG mencatat dampak gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) berbeda. Intensitas III–IV MMI dirasakan di Amahai, Liang, dan Kairatu. Getaran dengan skala II–III MMI juga dirasakan di Ambon, Seram Utara, hingga Sorong.
Meski gempa tergolong dangkal, BMKG menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama bagi mereka yang berada di gedung tinggi atau bangunan rapuh. Langkah sederhana seperti menjauhi benda berat dan tetap tenang saat terjadi getaran bisa meminimalkan risiko.
Pihak berwenang setempat terus memantau kondisi wilayah terdampak untuk memastikan tidak ada kerusakan atau korban akibat gempa. Hingga saat ini, laporan kerusakan material maupun korban jiwa belum diterima.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG menekankan pentingnya memperoleh informasi kebencanaan hanya dari kanal resmi. Informasi yang salah atau hoaks dapat menimbulkan kepanikan dan salah langkah bagi masyarakat.
Masyarakat dapat mengakses informasi resmi BMKG melalui situs web, akun media sosial terverifikasi, kanal Telegram InaTEWS, atau aplikasi resmi BMKG di perangkat seluler. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui status gempa, potensi tsunami, dan langkah antisipasi yang benar.
Selain itu, BMKG mengingatkan bahwa tetap waspada terhadap aktivitas seismik di Maluku sangat penting. Masyarakat diimbau menyiapkan rencana tanggap darurat dan mengetahui jalur evakuasi, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com