Gempa berkekuatan 4,0 SR mengguncang Maluku Tenggara Barat pada kedalaman 179 km, terjadi pukul 02.03 WIB, BMKG mencatat koordinat gempa di 6,81 LS.
Hingga kini, dampak gempa masih dipantau, dan warga dihimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Informasi disampaikan cepat untuk kewaspadaan publik, meski data awal bisa berubah seiring pengolahan lebih lengkap. Masyarakat diminta tenang dan mengikuti arahan otoritas terkait keselamatan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa 4,0 SR
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 terjadi di wilayah Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Minggu (22/2/2026) dini hari. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada kedalaman 179 kilometer.
BMKG mencatat titik koordinat gempa berada di 6,81 Lintang Selatan (LS) dan 129,56 Bujur Timur (BT), sekitar 233 km barat laut Maluku Tenggara Barat. Gempa tercatat terjadi pukul 02.03 WIB dan sempat dirasakan oleh sebagian warga di sekitar wilayah tersebut.
Meski kekuatannya termasuk sedang, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam akun resmi X.
Kondisi Warga dan Respon Awal
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan serius akibat gempa tersebut. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang untuk mengantisipasi gempa susulan.
Beberapa warga mengaku merasakan getaran ringan di rumah mereka, terutama bagi mereka yang tinggal di gedung bertingkat atau rumah dengan konstruksi sederhana. Tidak ada kepanikan yang signifikan, namun warga tetap waspada dengan mengamankan barang-barang berharga.
Pemerintah daerah setempat juga sudah mengimbau masyarakat untuk mengecek kondisi bangunan dan memastikan jalur evakuasi tetap aman. Satgas bencana lokal menyiagakan tim untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan.
Baca Juga: Mabes Polri Minta Maaf Atas Dugaan Penganiayaan Oknum Brimob di Maluku
Waspada Gempa Berikutnya
BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan. Meskipun intensitas gempa awal tergolong sedang, warga diminta untuk tetap memperhatikan kondisi alam sekitar. Warga disarankan untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak pasca-gempa, serta menghindari area rawan longsor dan tebing. BMKG juga menekankan pentingnya menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul.
Gempa susulan biasanya memiliki kekuatan yang lebih rendah, namun tetap berpotensi menimbulkan kerusakan jika terjadi di wilayah yang rapuh atau padat penduduk. Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk menghindari bangunan tua atau rawan roboh.
Para ahli geologi juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Warga diimbau memiliki peralatan darurat, stok air bersih, dan jalur evakuasi yang jelas agar dapat menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Imbauan dan Edukasi Masyarakat
BMKG menekankan edukasi terkait gempa bumi sebagai langkah pencegahan. Masyarakat dianjurkan untuk mengetahui lokasi aman di dalam rumah, seperti di bawah meja atau di sudut ruangan yang kokoh. BMKG menekankan pentingnya latihan evakuasi secara rutin di lingkungan rumah dan sekolah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diminta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui media sosial, radio, atau aplikasi peringatan dini agar mendapatkan update.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi tidak resmi di media sosial. Semua data resmi terkait gempa selalu diumumkan oleh BMKG dan pemerintah daerah untuk memastikan akurasi informasi.
Pemerintah daerah juga berencana menggelar sosialisasi mitigasi bencana secara berkala. Tujuannya agar warga lebih siap menghadapi bencana alam dan memahami prosedur evakuasi secara benar, sehingga risiko korban dapat diminimalkan.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari kalbar.antaranews.com