Keputusan ini diambil berdasarkan perhitungan tradisi setempat, membuat suasana perayaan berlangsung lebih awal dibandingkan daerah lain.
Warga Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Rabu, 18 Maret 2026, setelah 30 hari puasa Ramadan. Tradisi hisab lokal memungkinkan penentuan 1 Syawal tanpa sidang isbat pemerintah. Suasana haru menyelimuti warga saat shalat Id di Masjid Hasan Sulaiman.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Tradisi Hisab Lokal Kuat
Warga Hila pertahankan cara leluhur tentukan awal Ramadan dan Syawal sejak generasi lama. Hisab runggun berbasis pengamatan hilal lokal tepat setiap tahun tanpa kegagalan. Imam Masjid Hasan Sulaiman, Abd. Kadir Ollong, tegaskan metode tradisional ini akurat dan sah secara agama.
Ramadan dimulai 17 Februari 2026, genap 30 hari hingga 18 Maret. Keputusan ini hormati rukyatul hilal negeri tanpa tunggu pengumuman Kemenag. Warga bangga tradisi lestari jadi identitas budaya Islam Maluku Tengah.
Meski berbeda tanggal, hubungan harmonis tetap terjaga antarwarga. Beberapa tetangga yang ikut penanggalan pemerintah tetap saling hormat. Lebaran Hila jadi contoh toleransi di tengah kemajemukan negeri.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri
Shalat Id dipusatkan di Masjid Hasan Sulaiman pukul pagi dengan khutbah penuh makna. Ratusan warga hadir lengkap busana terbaik, ciwa takbir memecah kesunyian pagi. Abd. Kadir Ollong pimpin doa maaf-memaafkan atas dosa sepanjang Ramadan.
Prosesi takbir keliling dimulai sejak malam sebelumnya dari rumah ke rumah. Keluarga saling kunjungi dengan hidangan khas lokal seperti jenang dan ikan kuah kuning. Suasana akrab penuhi gang-gang negeri Hila.
Anak-anak dapat angpao dan permen dari orang tua, tambah gembira hari kemenangan. Silaturahmi antar tetangga dekat jauh jadi prioritas utama. Tradisi ini perkuat ikatan sosial di komunitas kepulauan.
Baca Juga: Generasi Muda Maluku Jadi Garda Depan Kamtibmas, Ini Peran PAMA
Dampak Sosial Positif
Lebaran lebih awal beri waktu persiapan halal bihalal lebih matang bagi warga. Keluarga mudik dari Ambon dan luar negeri tiba tepat hari raya. Ekonomi lokal bangkit dengan jualan kue Lebaran dan pakaian baru.
Warga hormati tetangga yang lanjut puasa 29 hari dengan tidak paksa ikut rayakan. Gotong royong masak opor dan ketupat jadi tradisi tahunan. Momen ini satukan umat dalam semangat kebersamaan.
Pemda Maluku Tengah dukung kebebasan lokal dengan fasilitas keamanan dan listrik 24 jam. Polsek Leihitu siaga penuh jaga kelancaran ibadah. Harmoni antaragama tetap terjaga di negeri multietnis.
Reaksi Nasional Dan Lokal
Media nasional turut menyoroti fenomena unik Hila sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara yang sangat menarik. Warga setempat merasa bangga karena tradisi mereka mendapat perhatian positif tanpa memicu konflik di tengah masyarakat. Sidang isbat nasional pun tetap dihormati sebagai acuan resmi meski terdapat perbedaan hari pelaksanaan.
Negeri tetangga seperti Wakal, Kaitetu, Seith, dan Lima juga ikut merayakan Lebaran pada 19 Maret dengan metode hisab serupa. Jaringan Jazirah Leihitu terlihat kompak dalam mempertahankan warisan leluhur yang telah dijaga sejak lama. Hal ini menjadi model penanggalan lokal yang inklusif dan saling menghargai perbedaan.
Warga Hila optimis tradisi ini akan terus lestari secara turun-temurun tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Generasi muda pun diajarkan metode hisab sejak usia dini agar pengetahuan tersebut tidak punah di masa depan. Lebaran 2026 menjadi bukti nyata kekuatan budaya lokal yang tetap eksis di tengah perkembangan era modern.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari mozaik.inilah.com
- Gambar Kedua dari mozaik.inilah.com