Posted in

Mengapa Pulau Run di Maluku Berharga Hingga Ditukar Dengan Pulau Manhattan

Pulau Run di Maluku dan Pulau Manhattan di Amerika Serikat pernah mengalami pertukaran yang unik dalam sejarah kolonial abad ke-17.

Mengapa Pulau Run di Maluku Berharga Hingga Ditukar Dengan Pulau Manhattan

Peristiwa ini bukan sekadar pertukaran wilayah biasa, melainkan sebuah refleksi dari nilai ekonomi dan strategi kekuasaan masa itu yang sangat dipengaruhi oleh perdagangan rempah-rempah. Berikut Info Kejadian Maluku akan membahas penjelasan lengkap mengapa dan bagaimana Pulau Run pernah ditukar dengan Pulau Manhattan.

Latar Belakang Pulau Run dan Pulau Manhattan di Abad ke-17

Pulau Run adalah salah satu pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, yang secara administratif masuk wilayah Maluku Tengah. Meski sempit, pulau ini memiliki nilai ekonomi yang sangat besar karena menjadi sumber utama pala dunia pada masa itu pala adalah rempah langka dan sangat bernilai.

Sebaliknya, Pulau Manhattan ketika itu dikenal sebagai Nieuw Amsterdam, sebuah pemukiman yang dikuasai Belanda di benua Amerika Utara dan relatif belum berkembang seperti sekarang. Pada abad ke-17, Inggris dan Belanda adalah dua kekuatan kolonial besar yang saling bersaing memperebutkan kendali atas wilayah strategis dan sumber daya alam, termasuk rempah-rempah.

Nilai Ekonomi dan Strategi Pertukaran

Nilai utama Pulau Run bukan karena luasnya, melainkan karena pala yang hanya tumbuh di Kepulauan Banda, termasuk di Pulau Run. Pala sangat diminati terutama oleh bangsawan Eropa sebagai bahan pengawet makanan dan obat, sehingga harganya bisa sangat tinggi.

Sekitar setengah kilogram pala di Eropa bisa dihargai setara dengan tujuh lembu jantan gemuk, bahkan bisa mencapai 60.000 kali lipat dari harga beli di pulau asalnya. Belanda melihat pentingnya pulau ini dalam memonopoli perdagangan rempah dunia.

Meski Manhattan yang dikuasai Belanda lebih luas dan secara geografis strategis juga penting, Belanda akhirnya memutuskan untuk menukarnya dengan Pulau Run yang dimiliki Inggris. Inggris, di sisi lain, memilih untuk menguasai wilayah lebih luas di Amerika Utara yang mereka yakini punya potensi lebih besar ke depan.

Baca Juga: Strategi Pembangunan Dalam RPJMD yang Dipaparkan Gubernur Maluku Utara

Perjanjian Breda 1667

Mengapa Pulau Run di Maluku Berharga Hingga Ditukar Dengan Pulau Manhattan

Pertukaran ini diresmikan lewat Perjanjian Breda yang ditandatangani pada 31 Juli 1667 di Belanda. Isi utama perjanjian adalah Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda, sementara Belanda menyerahkan wilayah Nieuw Amsterdam (termasuk Manhattan) kepada Inggris.

Perjanjian ini mengakhiri konflik perebutan wilayah di kedua belahan dunia tersebut, dengan Belanda mendapatkan hak mengelola seluruh Kepulauan Banda sebagai sumber utama pala. Sementara Inggris mendapat kawasan yang kelak tumbuh menjadi kota New York yang sangat besar dan penting di Amerika Serikat.

Dampak dan Perubahan Pasca Pertukaran

Sesudah mengambil alih Pulau Run, Belanda memberikan hak khusus kepada VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda) untuk memanfaatkan pulau tersebut sebagai basis produksi pala demi keuntungan ekonomi Belanda. Mono­poli pala jadi salah satu pendorong utama kemakmuran VOC pada masanya.

Namun, seiring berjalannya waktu, produksi pala tidak lagi dimonopoli VOC karena banyak individu mulai mengelola tanaman pala di tempat lain. Persaingan rempah pun semakin ketat, sehingga nilai komoditas ini menurun dan pulau Run tidak lagi seberharga dulu dalam perdagangan internasional.

Sementara itu, Manhattan yang semula hanya sebuah pemukiman kecil oleh Belanda, berkembang pesat di bawah kontrol Inggris dan kelak menjadi kota ekonomi dan budaya penting dunia, yaitu New York.

Mengapa Pulau Run Lebih Berharga Saat Itu?

Alasan utama Belanda menukar Manhattan dengan Pulau Run adalah pala. Pala di Pulau Run sangat menguntungkan pada abad ke-17. Pala digunakan untuk mengawetkan makanan sebelum ada teknologi pendingin. Selain itu, pala dipercaya dapat meningkatkan vitalitas. Permintaan pala sangat tinggi di Eropa, terutama di kalangan bangsawan.

Pulau Run yang kecil menjadi sangat strategis dan berharga. Sementara itu, Manhattan saat itu belum berkembang pesat dan potensinya belum terlihat. Karena alasan ekonomi dan strategi itu, Belanda memilih mempertahankan Pulau Run.

Kesimpulan

Pertukaran Pulau Run di Maluku dengan Pulau Manhattan terjadi pada abad ke-17. Keputusan ini sangat dipengaruhi oleh nilai ekonomi pala, rempah langka dan berharga di Eropa. Melalui Perjanjian Breda 1667, Inggris dan Belanda sepakat menukar dua wilayah tersebut.

Tujuannya agar masing-masing dapat mengoptimalkan kontrol atas sumber daya dan wilayah yang paling menguntungkan. Pulau Run dianggap sangat berharga karena produksi pala yang menjadi komoditas vital saat itu.

Sementara Manhattan, pada waktu itu, belum berkembang seperti sekarang. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana perdagangan dan kolonialisme mengubah peta dunia. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di Info Kejadian Maluku.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari alamendah.org
  2. Gambar Kedua dari www.detik.com