Di Ambon, seorang kakek tega menganiaya tiga bocah hanya karena uang sobek, membuat warga dan publik merasa sangat miris.
Kekerasan terhadap anak kembali mencuat di Ambon. Tiga bocah menjadi korban penganiayaan kakek hanya karena uang sobek pecahan Rp10 ribu. Kasus ini memicu keprihatinan publik, menekankan pentingnya perlindungan anak dan penyelesaian konflik secara bijaksana. Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Dipicu Uang Sobek Rp10 Ribu, Tiga Bocah Jadi Korban
Peristiwa kekerasan yang menyayat hati ini terjadi di Kota Ambon. Sumber permasalahan adalah uang sobek pecahan Rp10 ribu, sebuah hal yang seharusnya bisa diselesaikan dengan musyawarah. Ironisnya, hal sepele ini berujung pada tindakan penganiayaan serius terhadap tiga anak di bawah umur.
Awal mula kejadian saat dua anak, GML (10) dan ANL (13), mendatangi kios milik pelaku. Mereka berniat menukarkan uang pecahan Rp10 ribu menjadi dua lembar uang Rp5 ribu. Harapan mereka untuk mendapatkan uang kembalian yang layak berubah menjadi mimpi buruk.
Namun, setelah diperiksa oleh pemilik kios, uang tersebut diketahui dalam kondisi sobek dan hanya setengah bagian. Penemuan ini memicu reaksi tak terduga dari kakek pemilik kios, yang kemudian berujung pada kekerasan fisik terhadap anak-anak tersebut.
Kronologi Kejadian Dan Upaya Melarikan Diri
Kasus ini bermula dari laporan seorang ibu berinisial GSL yang mendatangi Polsek Teluk Ambon. Laporan disampaikan pada Minggu, 23 November 2025, sekitar pukul 18.30 WIT, mengadukan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anaknya bersama dua anak lainnya. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak insiden ini.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, insiden tersebut terjadi ketika GML dan ANL mendatangi kios pelaku. Mereka hendak menukarkan uang Rp10 ribu yang ternyata sobek. Momen inilah yang menjadi pemicu kemarahan pelaku.
Mengetahui kondisi uang tersebut, pelaku kemudian memanggil kedua anak tersebut. Merasa takut dan tertekan, GML dan ANL memilih melarikan diri ke arah atas kampung. Namun, upaya mereka untuk menghindari kekerasan ternyata tidak berhasil.
Baca Juga: Kasus Pembacokan Ohoibun, Polisi Serahkan Dua Pelaku ke Kejaksaan
Pengejaran Hingga Halaman Gereja Dan Aksi Kekerasan
Pelaku tidak menghentikan tindakannya begitu saja. Ia justru mengejar kedua anak tersebut hingga ke halaman Gereja Fajar Hidup Wailela, yang terletak di Desa Rumantiga, Kecamatan Teluk Ambon. Lokasi tersebut menjadi saksi bisu aksi kejam ini.
Di lokasi inilah aksi kekerasan terjadi. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku melakukan penganiayaan fisik terhadap anak-anak tersebut tanpa mempertimbangkan usia maupun keselamatan mereka. Tindakan ini menunjukkan kurangnya empati dan kontrol emosi.
Pelaku menampar GML satu kali menggunakan telapak tangan kanan hingga korban terjatuh ke tanah. Kekerasan semacam ini tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mungkin akan membekas bagi para korban.
Proses Hukum Menanti Dan Harapan Keadilan
Saat ini, kasus penganiayaan ini telah dalam penanganan pihak berwenang. Pelaku akan segera menghadapi proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keadilan bagi para korban dan memberikan efek jera bagi pelaku.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil. Perlindungan terhadap anak-anak merupakan prioritas utama, dan setiap tindakan kekerasan terhadap mereka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya menjaga emosi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Kekerasan, apalagi terhadap anak-anak, bukanlah solusi. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari inews.id
- Gambar Kedua dari disway.id