Polisi cepat menangkap dua pelaku utama pasca tawuran antara kelompok warga Danar Ohoitom dan Danar Watansoin, Maluku Tenggara.
Pasca bentrokan dua kelompok warga di Desa/Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Maluku Tenggara, polisi menangkap dua pelaku utama. Tawuran melibatkan kelompok Danar Ohoitom dan Danar Watansoin dengan batu dan senjata tajam. Penangkapan oleh Satreskrim Polres Maluku Tenggara membantu menenangkan situasi di Danar.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Kronologi Tawuran dan Korban
Tawuran di Desa Danar terjadi pada Jumat (27/03/2026) sekitar pukul 23.00 WIT. Warga dari dua kelompok saling melempari batu dan menggunakan senjata tajam, sehingga aparat turun ke lokasi. Bentrokan sempat mereda, namun kembali memanas pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIT dan menyebar ke rumah‑rumah warga.
Dalam kerusuhan itu, dua pemuda, E.N. dan O.H., diduga bertemu korban F.A.R. di salah satu rumah warga. Keduanya disebut menyerang korban menggunakan parang hingga mengalami luka parah. Setelah itu, mereka langsung melarikan diri, sementara korban terkapar di lokasi kejadian.
Korban dilarikan ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur, namun nyawanya tidak tertolong. Kematian F.A.R. memicu kemarahan keluarga dan memperparah ketegangan di Desa Danar. Polres Maluku Tenggara segera membentuk tim penyidik untuk mengungkap pelaku dan menenangkan masyarakat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penangkapan dan Status Tersangka
Satreskrim Polres Maluku Tenggara melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan pemeriksaan lokasi kejadian. Hasilnya, E.N. dan O.H. berhasil diidentifikasi sebagai pelaku utama pembunuhan korban F.A.R. Keduanya ditangkap di salah satu pemukiman warga pada Senin (30/03/2026) dan dibawa ke Mapolres untuk proses hukum.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, membenarkan penangkapan dua pemuda tersebut sebagai tersangka pembunuhan. Mereka diduga melakukan kekerasan bersama‑sama dengan senjata tajam yang berujung pada kematian korban. Penanganan cepat ini diharapkan mencegah potensi aksi balas dendam dan bentrokan susulan di Desa Danar.
Penyidik menetapkan pasal pidana terkait pembunuhan dan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kedua tersangka juga terkait dugaan perusakan rumah dan keterlibatan dalam tawuran yang mengganggu ketertiban umum. Penahanan ini menjadi langkah awal untuk proses peradilan yang diharapkan transparan dan adil bagi semua pihak.
Baca Juga: Wow! Kemenkum Maluku Buka Rahasia Bantuan Hukum Gratis ke Desa!
Dampak Tawuran di Desa
Bentrokan di Danar mengakibatkan kerusakan beberapa rumah di area Ohoitom dan Watansoin. Aksi saling serang sempat membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kegiatan sehari‑hari seperti sekolah dan aktivitas ekonomi sempat terganggu selama beberapa hari.
Pemerintah desa, tokoh adat, dan aparat keamanan berupaya meredam ketegangan melalui dialog kekeluargaan. Mereka menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan menghindari tindakan emosional yang memperkeruh hubungan antar‑kelompok. Kehadiran Brimob dan TNI di sekitar Denar diharapkan mencegah bentrokan susulan hingga situasi benar‑benar stabil.
Penangkapan kedua tersangka diharapkan membawa sedikit kelegaan bagi warga korban. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan objektif dan memberi rasa keadilan bagi F.A.R. Masyarakat juga diimbau untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam di luar jalur hukum.
Harapan Warga dan Kewaspadaan Polisi
Masyarakat Desa Danar menaruh harapan besar pada penegak hukum yang adil dan transparan. Mereka berharap proses penyidikan dan persidangan bukan hanya menghukum pelaku, tetapi juga menjadi langkah rekonsiliasi. Tokoh adat dan tokoh agama diharapkan mendorong rekonsiliasi dan memulihkan rasa aman warga.
Polres Maluku Tenggara menegaskan komitmen menjaga keamanan setelah penangkapan tersangka. Aparat menambah patroli, memantau perkembangan situasi, serta menjaga kehadiran fisik di Danar dan sekitarnya. Polisi berharap langkah cepat ini mencegah provokasi, hoaks, dan potensi kerusuhan baru.
Ke depan, pemerintah daerah dan kepolisian mendorong pencegahan konflik sejak dini. Program penyuluhan hukum, dialog antar‑kelompok, dan pelatihan moderasi diharapkan menurunkan potensi tawuran di desa‑desa lain. Dengan kerja sama masyarakat, aparat, dan tokoh adat, Maluku Tenggara diharapkan tetap damai dan saling menghormati.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari viva.co.id
- Gambar Kedua dari inilah.com