Situasi memanas di Fiditan, Tual, setelah ledakan molotov memicu ketegangan warga hingga nyaris berujung bentrokan terbuka.
Ketegangan kembali muncul di Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Rabu (25/3/2026) dini hari, setelah pelemparan molotov memicu gesekan antar warga. Insiden ini nyaris menimbulkan bentrok dan mengingatkan konflik sebelumnya. Polisi segera turun tangan untuk meredakan situasi dan mencegah eskalasi.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Kronologi Pelemparan Molotov
Molotov diduga dilempar oleh sekelompok warga dari satu sisi kampung ke wilayah kampung sebelah saat dini hari di Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual. Ledakan botol berisi bahan mudah terbakar memicu kepanikan dan warga berkerumun, sehingga situasi berpotensi memanas. Petugas yang segera datang mengamankan area dan menghalau massa agar tidak saling serang.
Polisi menyebut insiden itu terjadi di tengah ketegangan lama antara Fiditan Lama dan Fiditan Baru. Mereka sedang mengumpulkan keterangan saksi dan mengidentifikasi pelaku pelemparan. Kepada warga, aparat menegaskan bahwa penggunaan molotov dan kekerasan akan dikenai sanksi hukum.
Aparat juga mengimbau warga tidak mengambil hukum ke tangan sendiri atau menuduh sebelum ada bukti resmi. Polisi menambah patroli malam dan meminta masyarakat mewaspadai gejala ketegangan yang dapat memicu kerusuhan. Kehadiran petugas diharapkan mencegah insiden serupa di masa depan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Respons Polisi Dan Upaya Perdamaian
Setelah Rabu dini hari, Polres Tual dan Polsek setempat menggencarkan patroli serta memperkuat pengawasan di kawasan Fiditan. Kapolres bersama tokoh adat, agama, dan aparat desa menggelar pertemuan untuk menenangkan kedua pihak, sekaligus mengingatkan perjanjian damai sebelumnya.
Pihak kepolisian dan Pemkot Tual menegaskan tidak akan membiarkan konflik berulang dan mengajak warga kembali ke meja musyawarah. Mereka menekankan bahwa kekerasan hanya merugikan warga dan jalan damai adalah satu‑satunya solusi berkelanjutan. Kepada masyarakat, polisi menyarankan meninggalkan perang opini di media sosial.
Kapolda dan Polda Maluku menegaskan kesiapan mendampingi proses rekonsiliasi di Fiditan. Mereka mengajak tokoh masyarakat menjadi penjaga perdamaian, bukan pihak yang memanfaatkan konflik untuk kepentingan tertentu. Kehadiran tokoh agama dan adat diharapkan menguatkan komitmen warga untuk menjauhi kerusuhan.
Baca Juga: Darurat! Pencuri Merajalela di Pasar Mardika, Wali Kota Ambon Murka!
Dampak Rasa Aman Dan Hubungan Sosial
Peledakan molotov di kawasan Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, membuat warga hidup dalam suasana was‑was. Beberapa keluarga enggan keluar malam hari dan mengurangi aktivitas di luar rumah karena khawatir terjadi insiden serupa. Kondisi ini berdampak pada keseharian, khususnya anak‑anak dan lansia yang merasa tidak tenang.
Ketegangan antar kampung juga mengganggu hubungan sosial yang sebelumnya mulai membaik. Kunjungan silaturahmi, kerja bakti, dan acara keagamaan berkurang karena rasa tidak percaya antar pihak. Warga menjadi lebih hati‑hati dalam bergaul, khawatir kesalahpahaman bisa memicu konflik lagi.
Di tengah kekhawatiran, banyak warga justru menyuarakan perlunya perdamaian jangka panjang. Mereka meminta tokoh masyarakat dan aparat fokus menyelesaikan akar masalah, bukan hanya menenangkan situasi darurat. Harapan muncul bahwa Fiditan bisa kembali menjadi lingkungan yang aman dan harmonis.
Harapan ke Depan Dan Peran Warga
Masyarakat Fiditan diharapkan meninggalkan sikap saling menyalahkan dan memilih dialog untuk menyelesaikan masalah. Tokoh masyarakat diminta menjadi penengah, bukan pihak yang memanfaatkan konflik untuk kepentingan tertentu. Kepada semua warga, pesannya sederhana: jaga ketenangan, hindari kekerasan, dan percayakan proses hukum kepada polisi.
Pemerintah dan kepolisian menegaskan kesiapan selalu hadir memediasi dan mengawal proses rekonsiliasi. Mereka mengajak warga melaporkan gejala ketegangan secara dini, agar konflik tidak lagi mencapai tingkat kerusuhan. Dengan kerja sama, Fiditan diharapkan bisa pulih dan kembali membangun hidup yang damai dan produktif di Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari rakyatmaluku.fajar.co.id
- Gambar Kedua dari bpkh.go.id