Posted in

Penganiayaan Remaja di Leihitu Terungkap Dua Pelaku Akhirnya Ditangkap!

Kasus penganiayaan remaja di Kecamatan Leihitu akhirnya terungkap setelah polisi mengamankan dua pemuda pelaku kejadian tragis tersebut ini.

Penganiayaan Remaja di Leihitu Terungkap Dua Pelaku Akhirnya Ditangkap

Kisah tragis kembali mencoreng Maluku, khususnya Kecamatan Leihitu. Seorang remaja tewas akibat penganiayaan brutal oleh dua pemuda. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan keresahan di masyarakat. Berkat kesigapan polisi, kedua pelaku berhasil diamankan, membuka tabir insiden mengejutkan tersebut.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.

Kronologi Kejadian Tragis di Negeri Seith

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin, 1 Januari 2026 dini hari, saat sebuah pesta sedang berlangsung meriah di Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Suasana ceria tiba-tiba berubah menjadi mencekam ketika insiden penganiayaan tak terhindarkan. Pertengkaran bermula dari teguran korban, Ifan (17), kepada salah satu pelaku.

Korban yang berinisial Ifan menegur Umar Rumagiar (22) dengan perkataan kasar, memicu rasa tidak senang pada diri Umar. Merasa harga dirinya terinjak, Umar tidak terima dan pergi meninggalkan pesta sebentar. Ia menuju ke rumah pamannya dengan maksud yang sudah tidak baik, mencari sesuatu yang bisa menjadi alat pelampiasan emosinya.

Tak lama kemudian, Umar kembali ke lokasi pesta dengan membawa pisau dapur. Di saat yang sama, keributan sudah pecah di sana. Tanpa disangka, korban menghampiri Umar dan bahkan memukulinya dengan batu di kepala. Tindakan ini memicu kemarahan Umar yang sudah memuncak.

Detik-Detik Penikaman Dan Keterlibatan Pelaku Lain

Setelah dipukul dengan batu, Umar tak bisa lagi menahan amarahnya. Ia langsung mengeluarkan pisau dapur yang dibawanya dan menikam Ifan secara membabi buta. Tikaman tersebut mengenai bagian pelipis/alis mata kiri, belakang kepala, dan leher kiri korban, membuat Ifan langsung jatuh tersungkur tak berdaya.

Sementara itu, pelaku kedua, Reihan Masud Rumagiar (20), juga terlibat dalam keributan ini. Awalnya, Reihan sempat berusaha melerai. Namun, ia justru dipukuli oleh korban Ifan. Merasa diserang, Reihan membalas dengan memukul telinga kanan korban yang saat itu berada di belakang sound system pesta setelah dilerai.

Setelah kejadian tersebut, Reihan sempat diantar pulang. Namun, ia kembali lagi ke lokasi pesta untuk mencari Umar. Di sana, Reihan bertemu kembali dengan korban. Korban berteriak memanggil teman-temannya, membuat Reihan panik dan menendang perut korban sebelum melarikan diri ke rumah kakeknya.

Baca Juga: Geger! Mayat Pria Ditemukan di Pantai Silale Ambon

Penangkapan Cepat Oleh Polresta Ambon

 Penangkapan Cepat Oleh Polresta Ambon​​

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Ifan ini segera ditangani oleh Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Berkat gerak cepat aparat kepolisian, kedua pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian. Informasi penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay, pada Jumat, 2 Desember 2025.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap adalah Umar Rumagiar alias Umar (22) dan Reihan Masud Rumagiar (20). Keduanya kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di mata hukum. Penangkapan ini memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga korban dan menunjukkan keseriusan polisi dalam menegakkan keadilan.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap semua fakta terkait kasus ini. Proses hukum akan terus berjalan untuk memastikan bahwa para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan keji mereka. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Duka Mendalam Dan Peringatan Untuk Kita Semua

Kematian Ifan di usia yang masih sangat muda ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pahit akan bahaya kekerasan dan pentingnya mengendalikan emosi, terutama di tengah keramaian atau saat pengaruh alkohol. Konflik sekecil apapun bisa berujung pada tragedi jika tidak disikapi dengan bijak.

Masyarakat, khususnya para remaja, diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kasus ini. Penting untuk selalu menghindari pertikaian dan mencari solusi damai dalam setiap masalah. Lingkungan sosial yang kondusif harus senantiasa dijaga agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pemerintah dan tokoh masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengedukasi dan membina generasi muda. Pendidikan moral dan penyuluhan tentang bahaya kekerasan perlu terus digalakkan. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga agar kita semua lebih bijak dalam bersikap dan menjaga perdamaian di lingkungan sekitar.

Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari rctiplus.com
  2. Gambar Kedua dari ambon.tribunnews.com