Posted in

Geger! Narkoba Lolos Lewat Roti ke Penjara Ambon, Pelajar 1993 Ditangkap!

Upaya penyelundupan sabu ke Lapas Ambon melalui roti berhasil digagalkan, pelaku pelajar 1993 ditangkap polisi.

Narkoba Lolos Lewat Roti ke Penjara Ambon

Keamanan lapas kembali dihebohkan modus penyelundupan narkotika yang canggih. Upaya memasukkan sabu ke Lapas Kelas IIA Ambon digagalkan setelah petugas menemukan sabu disembunyikan dalam roti. Kasus ini menunjukkan pengedar tak kehabisan akal dan menegaskan perlunya kewaspadaan ekstra menjaga integritas lapas dari peredaran barang haram.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.

Penyelundupan Narkoba Berkedok Roti Terbongkar

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke Lapas Kelas IIA Ambon berhasil digagalkan. Modus pelaku mengejutkan, yakni menyembunyikan sabu di dalam roti untuk warga binaan. Kejadian ini berlangsung Minggu, 4 Januari 2026, dan segera memicu reaksi cepat kepolisian.

Saat barang titipan tersebut diperiksa secara teliti oleh petugas Lapas, keberadaan sabu yang tersembunyi di dalam roti akhirnya terdeteksi. Namun, pelaku penyelundupan tersebut berhasil melarikan diri sesaat sebelum petugas Lapas menyadari adanya narkotika itu. Kecerobohan pelaku dalam meninggalkan barang bukti menjadi titik awal terungkapnya kejahatan ini.

Pihak Lapas Kelas IIA Ambon tidak tinggal diam. Mereka segera melaporkan insiden ini ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk penanganan lebih lanjut. Laporan tersebut memicu investigasi gabungan yang melibatkan berbagai unsur kepolisian demi mengungkap tuntas jaringan penyelundupan narkoba ini.

Pelaku Ditangkap, Identitas Terungkap

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol. Indra Gunawan, mengonfirmasi keberhasilan penangkapan pelaku penyelundupan. Tersangka berinisial “AP”, seorang pria kelahiran tahun 1993, yang teridentifikasi masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Ia diketahui berdomisili di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Betul sekali namun lebih tepatnya investigasi gabungan bersama polda dan polresta. Untuk tersangka yang mengantarkan sudah berhasil diamankan,” ungkap Kombes Pol. Indra Gunawan kepada TribunAmbon.com pada Rabu (14/1/2026). Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan dalam melacak jejak pelaku yang sempat kabur.

“AP” diamankan di salah satu wilayah yang masih berada dalam kawasan hukum Polresta Ambon. Informasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa tersangka ini bukanlah pemain baru dalam dunia kriminal, melainkan seorang residivis. Hal ini menunjukkan bahwa “AP” memiliki rekam jejak kejahatan sebelumnya, menambah bobot pada kasus yang sedang ditangani.

Baca Juga: Hakim Adili Wanita Muda Pembunuh Bayi di Hutan Haruku

Penyidikan Berlanjut, Jaringan Tersembunyi Diburu

 Penyidikan Berlanjut, Jaringan Tersembunyi Diburu​

Hingga saat ini, penyidikan kasus penyelundupan sabu ini masih terus berlanjut dan dikembangkan oleh pihak kepolisian. Kombes Pol. Indra Gunawan menyatakan bahwa penyidik sedang berupaya keras untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika ini. Proses hukum diharapkan dapat menjangkau seluruh individu yang terlibat.

“Saat sekarang ini proses sidik dan pengembangan,” sambungnya, menegaskan komitmen polisi untuk membongkar tuntas sindikat narkoba tersebut. Penyelidikan mendalam ini mencakup pelacakan asal-usul sabu, pihak yang memerintahkan pengiriman, hingga siapa penerima sebenarnya di dalam Lapas.

Kasus ini menjadi pengingat tegas bahwa lembaga pemasyarakatan masih menjadi target utama peredaran narkotika, meskipun pengawasan telah diperketat. Aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga harus mampu membongkar aktor utama atau otak di balik setiap upaya penyelundupan narkoba.

Pentingnya Peningkatan Keamanan Dan Penegakan Hukum

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini menunjukkan efektivitas pemeriksaan barang titipan di Lapas, namun juga menyoroti kebutuhan akan inovasi dalam sistem keamanan. Para penyelundup selalu mencari celah baru, sehingga sistem pengawasan harus adaptif dan terus diperbarui secara berkala. Hal ini penting untuk menjaga agar Lapas tidak menjadi sarang peredaran narkotika.

Diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara pihak Lapas, kepolisian, dan lembaga terkait lainnya untuk menciptakan sistem pertahanan yang lebih kuat. Pertukaran informasi dan pelatihan berkelanjutan bagi petugas pengamanan Lapas menjadi krusial dalam menghadapi modus operandi yang kian beragam. Edukasi kepada warga binaan juga bisa menjadi bagian dari strategi.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap setiap pelaku kejahatan narkotika, tanpa pandang bulu. Dengan memberikan sanksi yang berat, diharapkan dapat menimbulkan efek jera dan mengurangi angka kasus penyelundupan narkoba di masa mendatang. Peran serta masyarakat dalam memberikan informasi juga sangat diharapkan.

Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari tabooo.id
  2. Gambar Kedua dari ambon.tribunnews.com