Dusun Waimolong, Kecamatan Leihitu, kembali dilanda banjir rob, puluhan rumah terendam, warga menilai kampung mereka terbengkalai.
Dusun Waimolong, Negeri Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah kembali dilanda banjir rob, Minggu (25/1/2026). Puluhan rumah terendam, pemandangan pilu yang sudah menjadi langganan tahunan. Kerusakan talud yang tak kunjung diperbaiki membuat warga merasa diabaikan, menyebut kampung mereka ‘dusun terbengkalai.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Banjir Rob Kembali Landa Dusun Waimolong
Pada Minggu (25/1/2026), puluhan rumah di Dusun Waimolong, Negeri Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali terendam banjir rob. Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan fenomena berulang yang menghantui warga setiap musim pasang air laut. Ini menimbulkan kerugian dan kesulitan bagi penduduk setempat.
Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 18.00 WIT menunjukkan bahwa air telah masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 cm. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa ini cukup untuk merusak perabot rumah tangga dan mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Kondisi ini diperparah oleh kerusakan talud di kawasan tersebut. Talud yang seharusnya berfungsi sebagai penahan air laut, kini tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Akibatnya, volume air yang masuk ke permukiman menjadi lebih besar, memperparah dampak banjir rob.
Keluhan Warga: “Dusun Terbengkalai”
Salah satu warga setempat, Amran Slamat (25), mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi yang tak kunjung membaik. Ia mengaku bahwa sejak sembilan tahun lalu menempati kawasan tersebut, kondisi banjir rob yang berulang ini tidak pernah berubah. Hal ini menciptakan rasa putus asa di kalangan masyarakat.
“Beta (saya) tinggal sini sudah 9 tahun akang begini-begini saja ni akang tidak ada perubahan. Beta bilang akang sebagai dusun terbengkalai,” keluh Amran. Pernyataan ini mencerminkan betapa frustrasinya warga akibat kurangnya perhatian dan penanganan dari pihak berwenang.
Amran menambahkan bahwa ketika musim ombak kencang, air laut akan semakin tinggi dan merembes hingga ke dalam rumah. Ini membuat warga tidak bisa beristirahat dengan tenang dan harus selalu waspada terhadap potensi air pasang yang bisa datang kapan saja.
Baca Juga: Kebakaran Bentas, Wali Kota Ambon Langsung Pastikan Korban Terlayani
Harapan Akan Perhatian Pemerintah Setempat
Amran Slamat sangat berharap agar pemerintah setempat segera mengatasi permasalahan banjir rob yang terus-menerus melanda Dusun Waimolong. Ia mendambakan adanya solusi konkret agar warga dapat tinggal dengan nyaman di rumah mereka tanpa khawatir akan ancaman banjir.
“Harus lihat akang ka dan buat akang ka, masa akang begini terus,” pintanya dengan nada penuh harap. Pernyataan ini adalah seruan tulus dari seorang warga yang mendambakan perubahan dan kepedulian dari pihak yang memiliki wewenang.
Masyarakat Dusun Waimolong membutuhkan intervensi nyata, seperti perbaikan talud yang rusak atau pembangunan infrastruktur pelindung pantai yang lebih memadai. Tanpa tindakan serius, mereka akan terus terjebak dalam siklus banjir yang merugikan.
Dampak Berulang Dan Urgensi Penanganan
Banjir rob yang terjadi berulang kali ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mengancam kesehatan dan kenyamanan hidup warga. Kondisi lingkungan yang lembap dan kotor akibat genangan air berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
Kurangnya penanganan yang efektif selama bertahun-tahun telah menciptakan citra negatif bagi Dusun Waimolong. Label “dusun terbengkalai” yang disematkan warga adalah indikator betapa seriusnya masalah ini.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah harus menjadikan penanganan banjir rob di Dusun Waimolong sebagai prioritas utama. Dengan solusi yang berkelanjutan, diharapkan warga dapat kembali menikmati hidup yang layak dan aman di kampung halaman mereka.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ambon.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com