Posted in

Maluku Catat Defisit Fantastis, Migas Jadi Biang Masalah!

Maluku mencatat defisit perdagangan fantastis senilai US$303 juta pada 2025, diduga akibat tingginya impor migas.

Maluku mencatat defisit perdagangan fantastis

Neraca perdagangan Maluku sepanjang tahun 2025 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. ​Wilayah ini mencatat defisit sebesar US$303,44 juta, sebuah kondisi yang dipicu oleh tingginya ketergantungan pada impor sektor minyak dan gas (migas).​ Data ini menyoroti perlunya strategi ekonomi yang lebih kuat untuk mengurangi defisit dan mendorong kemandirian daerah.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.

Defisit Perdagangan Maluku 2025

Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, neraca perdagangan Maluku mengalami defisit signifikan sebesar US$303,44 juta. Angka ini mencerminkan tantangan besar dalam struktur ekonomi regional, terutama karena didorong oleh masih besarnya defisit pada sektor migas. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku pada awal Februari 2026, sektor non-migas justru berhasil mencatat surplus sebesar US$40,99 juta. Namun, surplus ini belum mampu menutupi defisit jumbo pada sektor migas yang mencapai US$344,43 juta, menunjukkan dominasi impor migas dalam neraca perdagangan.

Tekanan serupa juga terjadi pada bulan Desember 2025 saja, di mana neraca perdagangan Maluku mengalami defisit sebesar US$37,28 juta. Defisit bulanan ini terbentuk dari sektor migas yang mencatat defisit US$42,97 juta, sementara sektor non-migas hanya surplus US$5,68 juta.

Tekanan Dari Sisi Volume Perdagangan

Tidak hanya dari sisi nilai, neraca perdagangan Maluku juga mengalami tekanan signifikan dari sisi volume. Selama Januari hingga Desember 2025, Maluku mencatat defisit volume perdagangan sebesar 499,51 ribu ton, menunjukkan bahwa barang yang diimpor jauh lebih banyak dibandingkan yang diekspor.

Defisit volume ini sebagian besar berasal dari sektor migas, yang mengalami minus 504,22 ribu ton. Meskipun sektor non-migas masih mencatat surplus volume sebesar 4,71 ribu ton, namun tidak cukup untuk mengimbangi besarnya volume impor migas.

Pada bulan Desember 2025, defisit volume perdagangan tercatat sebesar 48,71 ribu ton. Defisit ini juga didominasi oleh sektor migas sebesar 49,81 ribu ton, bahkan sektor non-migas pun mengalami defisit tipis 1,10 ribu ton pada bulan tersebut.

Baca Juga: Tragedi Malra: Mabuk Sopi, Seorang Pemuda Tewaskan Temannya

Perbandingan Dengan Periode Sebelumnya

 Perbandingan Dengan Periode Sebelumnya

Kondisi defisit neraca perdagangan ini bukanlah hal baru bagi Maluku. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, tren ini telah berlangsung lama. Sepanjang Januari hingga Desember 2024, Maluku juga tercatat mengalami defisit yang lebih besar, yakni sebesar US$398,34 juta.

“Setiap bulan di sepanjang 2024, Maluku selalu mengalami defisit, dan yang terdalam terjadi di Juli 2024 yang mencapai US$68,37 juta,” ungkap Statistisi ahli madya, Jessica Pupella, dalam rilis peluncuran Berita Resmi Statistik (BRS) pada awal Februari 2026 di Kantor BPS.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa defisit neraca perdagangan adalah masalah struktural yang perlu penanganan komprehensif. Ketergantungan pada impor migas menjadi akar permasalahan yang harus diatasi untuk mencapai keseimbangan ekonomi yang lebih baik.

Implikasi Dan Prospek Ekonomi

Defisit neraca perdagangan yang terus-menerus ini memiliki implikasi serius terhadap perekonomian Maluku. Ini dapat menguras cadangan devisa daerah, menciptakan tekanan inflasi, dan menghambat pertumbuhan sektor-sektor produktif lainnya.

Pemerintah daerah perlu merumuskan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada impor migas, mungkin dengan mendorong pengembangan energi terbarukan atau mengoptimalkan sumber daya lokal lainnya. Diversifikasi ekonomi menjadi kunci untuk mengatasi masalah struktural ini.

Meskipun sektor non-migas menunjukkan potensi dengan surplusnya, upaya perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi ekspor di sektor ini. Dengan demikian, diharapkan neraca perdagangan Maluku dapat bergerak ke arah yang lebih positif di masa mendatang.

Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari ambon.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari ambon.tribunnews.com