Kapolres Kota Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, terluka akibat terkena anak panah saat berusaha meredam bentrokan sengit antar kelompok pemuda.
Bentrokan melibatkan warga Kampung Lama dan Kampung Baru yang saling serang dengan bom molotov dan senjata tajam. Tim kepolisian segera mengevakuasi Kapolres dan korban lainnya ke rumah sakit, sementara aparat meningkatkan pengamanan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Bentrokan Pemuda di Kota Tual Memanas
Bentrokan sengit antara kelompok pemuda terjadi di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, Selasa (24/2/2026) sore. Pertikaian melibatkan pemuda dari Komplek Fiditan Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru. Bentrokan bermula ketika salah satu kelompok melempari kelompok lainnya dengan bom molotov, memicu eskalasi yang cepat.
Situasi memanas di beberapa titik desa, dengan konsentrasi massa yang terus bertambah. Aksi saling serang antar pemuda membuat warga sekitar panik dan mengamankan diri di rumah masing-masing. Jalan utama dan gang menuju lokasi bentrokan sempat lumpuh sementara karena massa yang berkumpul.
Ketegangan ini menjadi sorotan publik dan pihak kepolisian segera merespons. Aparat mengerahkan tim pengamanan dari Polres Kota Tual untuk menenangkan situasi. Tujuannya agar bentrokan tidak meluas dan korban tidak bertambah, mengingat potensi penggunaan senjata tajam dan anak panah oleh kedua kelompok.
Kapolres Tual Jadi Sasaran Anak Panah
Kapolres Kota Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, memimpin langsung personel kepolisian di garis depan untuk meredam bentrokan. Saat mencoba menenangkan kedua kelompok pemuda, seorang pelaku melepaskan anak panah yang menancap di bagian kaki Kapolres.
Petugas polisi yang berada di sekitar segera melindungi pimpinan mereka dan mengevakuasinya ke lokasi aman. Tindakan cepat aparat membuat Kapolres segera mendapat pertolongan medis, meski sempat memicu kepanikan sementara di tengah massa.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memastikan bahwa luka yang dialami Kapolres berada di lutut kaki kiri. Insiden ini menjadi bukti betapa berbahayanya bentrokan dan risiko yang dihadapi aparat saat melakukan tugas pengamanan.
Baca Juga: Tegas! Brimob Pelaku Penganiayaan Siswa Resmi Dipecat, Keadilan Terpenuhi!
Korban dan Penanganan Medis
Selain Kapolres, seorang pemuda dari Fiditan Kampung Baru juga mengalami luka akibat terkena anak panah saat bentrokan. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tim medis memberikan pertolongan pertama dan melakukan observasi untuk memastikan tidak ada komplikasi serius. Kondisi Kapolres dan pemuda yang terluka kini stabil, namun tetap menjalani pemantauan ketat agar pemulihan berjalan lancar.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengamanan medis menjadi prioritas utama di lokasi bentrokan. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan aparat kesehatan untuk menyiapkan prosedur evakuasi cepat jika korban lain muncul akibat eskalasi bentrokan.
Upaya Pengamanan dan Pencegahan Eskalasi
Polres Kota Tual segera menambah jumlah personel untuk mengendalikan massa. Tindakan preventif dilakukan dengan membentuk garis pengamanan, mengarahkan warga menjauhi lokasi, dan mengimbau kedua kelompok pemuda menghentikan aksi kekerasan.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan dialog terbatas dengan tokoh pemuda dan warga setempat. Tujuannya membangun kesepakatan agar situasi kembali kondusif dan mencegah bentrokan susulan.
Kapolres menegaskan pentingnya kerjasama masyarakat dan aparat untuk menjaga keamanan. Langkah ini diharapkan mampu meredakan ketegangan, mencegah korban tambahan, dan menjaga stabilitas wilayah Kota Tual agar insiden serupa tidak terulang.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.co
- Gambar Kedua dari titastory.id