Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, pemerintah dan Karantina Hewan Maluku memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, aman dikonsumsi, dan bebas dari penyakit menular. Pengawasan diperkuat sejak April hingga Mei 2026 karena meningkatnya distribusi sapi dan kambing ke berbagai wilayah di Maluku. Pemerintah juga melibatkan sejumlah dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan secara intensif.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Pengawasan Hewan Kurban Mulai Diperketat
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku bersama Dinas Pertanian Provinsi Maluku mulai memperketat pengawasan sejak Jumat, 17 April 2026. Pengawasan dilakukan terhadap lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar wilayah Maluku menjelang Iduladha 2026.
Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta sosialisasi kepada pelaku usaha ternak. Pemerintah ingin memastikan seluruh prosedur pengiriman hewan kurban berjalan sesuai aturan kesehatan hewan.
Menurut Willy, pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular di wilayah Maluku. Ia menegaskan bahwa peningkatan lalu lintas hewan menjelang Iduladha membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pihak terkait.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemeriksaan Ketat Dilakukan di Pelabuhan
Pada Selasa, 12 Mei 2026, Dinas Pertanian Maluku kembali menegaskan pengawasan dilakukan di sejumlah pelabuhan resmi. Beberapa titik utama pengawasan berada di wilayah Kobisadar, Maluku Tengah, Tual, hingga Maluku Barat Daya.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian Maluku, Fahmi Yusuf, menyampaikan bahwa setiap hewan kurban wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen tersebut diterbitkan setelah hewan melalui serangkaian pemeriksaan medis oleh petugas berwenang.
Selain pemeriksaan administrasi, dokter hewan juga melakukan pengecekan fisik ternak untuk memastikan tidak ada cacat maupun gejala penyakit menular. Pemeriksaan dilakukan agar hewan kurban tidak hanya sehat secara medis, tetapi juga memenuhi syariat Islam.
Baca Juga: Heboh! Kapolri Resmi Lantik Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Maluku Utara
Kebutuhan Hewan Kurban di Maluku Terus Meningkat
Menjelang Iduladha 2026, kebutuhan hewan kurban di Provinsi Maluku diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data pemerintah, kebutuhan sapi mencapai sekitar 1.340 ekor, sedangkan kambing mencapai 1.566 ekor.
Harga hewan kurban di pasaran juga bervariasi tergantung ukuran dan bobot ternak. Kambing dijual mulai Rp2 juta hingga Rp4 juta per ekor, sementara sapi berkisar Rp15 juta hingga Rp30 juta.
Pemerintah daerah memastikan stok hewan kurban masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Iduladha 2026. Meski demikian, pengawasan distribusi tetap diperketat agar tidak ada hewan sakit yang beredar di pasaran.
Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Dinas Pertanian Maluku mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari penjual resmi yang memiliki dokumen kesehatan lengkap. Langkah ini penting untuk memastikan hewan yang dibeli aman dan layak dijadikan kurban.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran aturan lalu lintas hewan. Penegakan hukum dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat maupun hewan ternak lainnya.
Melalui pengawasan berlapis yang dilakukan sejak April hingga Mei 2026, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan nyaman. Kolaborasi antara pemerintah, petugas karantina, dokter hewan, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci menjaga kualitas hewan kurban di Maluku.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari porostimur.com
- Gambar Kedua dari ambon.antaranews.com