Identitas pelaku teror Damkar Depok terbongkar! Warga Subang, pekerja buruh, kini jadi fokus polisi, fakta lengkapnya di sini.
Aksi teror di Damkar Depok akhirnya menemukan titik terang. Polisi mengungkap identitas pelaku yang warga Subang dan bekerja sebagai buruh. Berikut simak di Info Kejadian Maluku kronologi dan fakta penting di balik kasus ini.
Terungkap! Identitas Pelaku Teror Petugas Damkar Depok
Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri berhasil mengungkap identitas terduga pelaku teror terhadap petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, Khairul Umam. Ancaman tersebut muncul setelah Khairul membuat konten edukatif mengenai fungsi helm sebagai alat pelindung diri (APD).
Konten ini muncul menyusul kasus penganiayaan yang dilakukan eks anggota Brimob Polda Maluku, Masias Siahaya, terhadap seorang pelajar menggunakan helm hingga meninggal dunia pada 19 Februari 2026. Tujuan Khairul hanya untuk memberikan informasi agar APD dipahami fungsinya, bukan untuk menyakiti orang.
Namun, publikasi tersebut memicu ancaman dari pihak tak dikenal. Khairul menerima dua pesan bernada ancaman pada 24 dan 25 Februari 2026, yang membuatnya merasa terintimidasi.
Profil Terduga Pelaku: Wawan Gunawan
Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, Kombes Pol Manang Soebeti, menyebut bahwa pelaku teror adalah Wawan Gunawan. Terduga lahir pada 1980-an dan bekerja sebagai buruh harian lepas.
Wawan tinggal di Dusun Pangadangan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Informasi ini diperoleh dari data publik dan profil standar yang umum diakses masyarakat. Manang menegaskan bahwa pengungkapan identitas bertujuan membedakan aksi iseng dengan teror serius.
Menurut Manang, tindakan teror yang benar-benar serius biasanya bersifat intens dan berulang. Pelaku tidak hanya mengirim pesan, tetapi bisa datang langsung atau mengirim paket tanpa identitas, berbeda dari kasus yang dilakukan secara iseng.
Baca Juga: Geger di Tual, Kapolda Maluku Turun Tangan Setelah Bentrokan Pemuda, Warga Panik!
Kronologi Ancaman Terhadap Khairul Umam
Khairul menjelaskan bahwa ancaman muncul setelah kontennya tentang helm diterbitkan. Pengirim pesan pertama kali mengaku sebagai penggemar Khairul, namun kemudian berubah menjadi ancaman terselubung.
Pesan pertama dikirim pada Selasa malam, dan pesan kedua pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Khairul merasa diintimidasi karena isi pesan menekankan kewaspadaan dan keselamatan dirinya, serta menyarankan untuk berkonsultasi dengan orang tua.
Dalam salah satu pesan, pengirim sempat menyinggung akan memberi “kejutan” untuk Khairul. Meski terkesan halus, ancaman ini membuat Khairul waspada terhadap keselamatannya sehari-hari.
Penjelasan Polri Soal Aksi Teror
Manang menekankan bahwa ancaman yang dialami Khairul berbeda dengan intimidasi dari aparat. Ia ingin menegaskan bahwa pelaku bukan polisi, sehingga masyarakat dapat memahami situasi secara objektif.
Polri melalui Itwasum menyatakan, identitas pelaku diungkap agar publik dapat membedakan aksi prank atau iseng dengan ancaman serius yang dapat mengganggu keselamatan. Hal ini sekaligus menjadi edukasi publik terkait keamanan digital.
Selain itu, polisi memantau seluruh tindak lanjut, termasuk komunikasi antara korban dan pelaku, untuk memastikan tidak ada eskalasi lebih lanjut yang membahayakan Khairul atau masyarakat.
Dampak Teror Dan Upaya Perlindungan
Khairul mengaku bahwa ancaman itu membuatnya waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meski pesan dikirim via WhatsApp, efek psikologisnya nyata, terutama karena muncul konteks kasus kekerasan helm di Maluku.
Polri mengimbau masyarakat tetap tenang, dan korban telah mendapat perlindungan dari aparat. Tim Itwasum terus memonitor kasus ini untuk mencegah terulangnya aksi serupa, memastikan korban tidak merasa terancam secara berkelanjutan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi publik bahwa konten edukatif bisa disalahartikan, dan aksi teror bisa terjadi secara digital. Identifikasi pelaku diharapkan memberi efek jera sekaligus menjaga keamanan petugas publik.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari youtube.com
- Gambar Kedua dari kompas.com