Imbauan tegas disampaikan Pemprov Malut agar warga tidak panik dan mengabaikan hoaks terkait kelangkaan BBM yang beredar luas.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara meminta masyarakat tidak mudah percaya hoaks terkait kelangkaan BBM di media sosial. Sarbin Sehe meninjau SPBU di Jambula, Ternate, dan memastikan stok aman. Warga diminta tetap tenang, tidak panic buying, serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Stok BBM Dipastikan Aman
Pemprov Malut menegaskan bahwa pasokan BBM di seluruh wilayah provinsi masih tersedia dengan baik dan distribusi berjalan lancar. Hasil pemantauan yang dilakukan Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama pihak Pertamina menunjukkan tidak ada indikasi kelangkaan seperti yang dikhawatirkan masyarakat.
Pertamina juga memastikan bahwa kebutuhan untuk transportasi umum dan masyarakat umum tetap terpenuhi sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah provinsi terus mengawasi alur distribusi agar tidak terjadi penyimpangan atau penimbunan oleh pihak‑pihak tertentu.
Pemantauan secara berkala ini dilakukan pascamomentum libur panjang dan arus balik Lebaran, yang cenderung meningkatkan konsumsi BBM di masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, Pemprov dan Pertamina berharap masyarakat tidak lagi merasa gelisah atas isu kelangkaan yang tidak berdasar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hoaks Memicu Kepanikan Dan Antrean Panjang
Pemerintah mewanti‑wanti bahwa informasi hoaks tentang kelangkaan BBM hanya akan memicu kepanikan di tengah masyarakat. Kepanikan ini dapat mendorong warga untuk menimbun atau membeli BBM dalam jumlah besar, sehingga terjadi antrean panjang di SPBU meskipun stok sebenarnya masih aman.
Situasi semacam ini berpotensi menciptakan “kelangkaan semu”, di mana distribusi menjadi terganggu dan beberapa wilayah terlihat kekurangan bahan bakar. Selain itu, antrean panjang di SPBU juga mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas sehari‑hari masyarakat, khususnya di daerah perkotaan seperti Ternate.
Pemprov Malut menekankan pentingnya masyarakat berperan aktif menghentikan penyebaran kabar yang belum diverifikasi. Warga diimbau memeriksa sumber informasi, membandingkannya dengan rilis resmi pemerintah dan Pertamina, serta tidak langsung menyebarkan cerita viral yang belum jelas faktanya.
Baca Juga: Heboh! Bentrok Pemuda di Maluku Tenggara, 1 Tewas dan Rumah Hangus
Ajakan Bijak Bermedsos Dan Cek Fakta
Wakil Gubernur Sarbin Sehe mengajak masyarakat menjadi konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab di era digital. Ia menekankan bahwa penyebaran berita hoaks mengenai BBM bukan hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga merusak stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.
Pemerintah provinsi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan saluran resmi, seperti media sosial resmi Pemprov Malut dan Pertamina, sebagai rujukan utama informasi seputar pasokan dan harga BBM. Dengan mengandalkan sumber terpercaya, warga diharapkan tidak mudah terprovokasi dan tetap tenang dalam menghadapi isu‑isu soal energi.
Di samping itu, Pemprov menegaskan keberadaan tim pengawasan yang terus memantau distribusi BBM agar tidak disalahgunakan. Kerja sama antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat sangat penting agar pasokan BBM dapat didistribusikan secara adil, merata, dan bebas dari penimbunan.
Antisipasi Dampak Sosial Dan Ekonomi
Pemprov Malut menyadari bahwa isu BBM sensitif dan berdampak langsung terhadap kehidupan sehari‑hari, termasuk biaya transportasi dan harga barang. Dengan menegaskan stok yang aman dan mengimbau warga tidak terpengaruh hoaks, pemerintah berusaha menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi di daerah.
Kepala daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi ketentuan pembelian BBM sesuai kuota dan aturan resmi, bukan hanya berdasarkan rumor dan ketakutan kolektif. Kepatuhan ini penting agar semua warga mendapatkan akses yang adil terhadap bahan bakar, terutama masyarakat yang bergantung pada transportasi laut dan darat.
Dengan pendekatan transparan, pengawasan ketat, dan edukasi, Pemprov Malut berupaya membangun kepercayaan bahwa pasokan BBM tetap aman dan tidak perlu dikhawatirkan dari hoaks. Ke depan, komunikasi terbuka dan keterlibatan semua pihak diharapkan mencegah kepanikan massal akibat informasi menyesatkan.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari ambon.antaranews.com