Situasi darurat terjadi di SPBU Wayame, antrean kendaraan mengular panjang hingga memicu protes sopir akibat kelangkaan BBM yang kian parah.
Antrean kendaraan mengular 500 meter di SPBU Wayame, Teluk Ambon, sejak pukul 07.00 WIT Senin (30/3/2026) akibat kelangkaan Pertalite subsidi. Sopir Ramli antre dari jam 8 pagi biasanya isi 300 liter/hari kini cuma dapat 50 liter setelah 6 jam menunggu. Krisis BBM ini blokir mobilitas warga Ambon jelang libur Lebaran di tengah cuaca buruk Selat Seram ganggu distribusi.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Kronologi Krisis SPBU Wayame
Antrean dimulai pukul 07.00 WIT dengan 150 kendaraan roda dua-empat blokir Jalan Wayame-Natsepa. Sopir lain datang jam 7 pagi hingga siang belum giliran, SPBU tutup 14.00 kuota habis buka lagi 16.00. “Baru hari ini begini, cuma SPBU Kebun Cengkih yang masih buka,” keluh sopir ojek.
Video viral 15 detik dapat 300 ribu views tunjukkan antrean 1 km ganggu arus lalu lintas utama. Polantas Ambon atur lalu lintas pakai tali pembatas dan 2 posko pengamanan. SPBU Wayame kuota harian 5.000 liter Pertalite habis dalam 4 jam operasional.
Kondisi serupa di SPBU Pohon Pule, Rusdy antre 07.30-09.15 WIT dapat Pertalite Rp50 ribu. Warga pilih SPBU resmi meski antre panjang daripada eceran Rp18.000/liter. Kelangkaan baru terjadi Senin ini, Sabtu-Minggu normal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Keluhan Sopir dan Rugi Materi
Ramli sopir truk rugi Rp1,5 juta/hari tak bisa antar ikan Yosevo ke Pasar Mardika. Ojek Wayame batal 60 trip/hari pendapatan turun Rp200 ribu dari Rp350 ribu normal. Angkot Amahai-Natsepa stop total, rugi Rp800 ribu/hari operasional 200 km.
Harga ikan segar Wayame melonjak 40% Rp35 ribu jadi Rp50 ribu/kg akibat logistik terganggu. Pedagang beras Pasar Merdeka was-was stok 20 ton terganggu truk kosong BBM. Ekonomi lokal rugi Rp800 juta/hari kelangkaan SPBU Wayame-Natsepa.
Sopir protes kuota dibatasi 20 liter/motor, 50 liter/mobil padahal kebutuhan 100 liter/hari. Beli eceran ilegal Rp18.000/liter rugi Rp400 ribu isi penuh 20 liter vs SPBU. Warga minta Pertamina kirim 2 kapal tanker tambahan dari TBBM Amahai malam ini.
Baca Juga: Kontroversi Maluku: Atraksi Pukul Sapu Bikin Publik Penasaran Dan Ramai Dibicarakan
Respons Pertamina dan Aparat Daerah
Pertamina Cabang Ambon, “Distribusi terganggu cuaca buruk Selat Seram, kapal MT Pertamina 300 GT tiba Selasa.” Stok TBBM Amahai aman 20 ribu kl, Wayame kuota harian dikurangi 30% safety cuaca. Normalisasi distribusi target 48 jam, tambah 3 SPBU darurat malam ini.
Satpol PP Kota Ambon razia 15 titik BBM eceran Jalan Natsepa sita 500 liter Pertalite. Dinas Perhubungan larang angkot mogok operasi, wajib SPBU alternatif Galunggung. Polres Teluk Ambon posko 24 jam + drone monitoring antrean 3 SPBU utama.
Wali Kota Ambon buka 3 SPBU cadangan khusus ojek malam ini kuota 2.000 liter. ASN Maluku bike-to-work dini hari sinergi hemat BBM darurat 3 hari ke depan. Pertamina audit 17 SPBU Ambon cegah penimbunan seperti Polda Maluku sita 3 ton 2024.
Solusi Jangka Panjang dan Harapan Warga
Warga desak 5 SPBU baru Teluk Ambon kapasitas 2.000 kl/hari target 2027. Konversi 800 angkot listrik hemat BBM Rp1,5 miliar/bulan mulai Q4 2026. Biodiesel kelapa Maluku 20% campur target produksi 500 kl/bulan akhir tahun.
MyPertamina wajib kendaraan umum cegah hoarding pribadi + kuota harian terintegrasi. Kapal tanker reguler 3x/minggu rute Amahai-Wayame antisipasi musim hujan. Edukasi hemat BBM 15% via 20 radio komunitas Wayame-Natsepa.
Harapan krisis selesai sebelum libur Lebaran 10-13 April 1447 H. Maluku butuh 25 tanker tambahan hemat subsidi nasional Rp3 triliun/tahun. SPBU Wayame jadi pelajaran logistik BBM Indonesia Timur era krisis energi.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari rakyatmaluku.fajar.co.id
- Gambar Kedua dari matamaluku.com