BKHIT Maluku fasilitasi pengiriman sapi dan kambing hidup ke Timika, Papua, dukung ketahanan pangan lokal jelang Idul Adha 2026.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Terpadu (BKHIT) Ambon fasilitasi pengiriman 50 ekor sapi dan kambing hidup dari Maluku ke Timika, Papua. Inisiatif ini dukung ketahanan pangan Papua Tenggama, dengan ternak tiba selamat setelah lolos karantina ketat berkat koordinasi antarinstansi.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Fasilitasi Karantina BKHIT Ambon
BKHIT Ambon uji kesehatan klinis 50 ekor ternak lokal Maluku: 30 sapi potong dan 20 kambing. Pemeriksaan vaksin FMD negatif, cek parasit luar bersih, tes Brucellosis lolos 100 persen. Dokumen health certificate diterbitkan 48 jam, percepat proses ekspor antarprovinsi.
Peternak Maluku fasilitasi kontainer khusus ternak ber-AC, ventilasi oksigen 24 jam. Truk karantina antar ke Pelabuhan Yos Sudarso, kapal tol laut Poso-Timika 36 jam. BKHIT pantau suhu kandang 20-25°C, pakan hijauan kering cukup 3 hari perjalanan.
Kepala BKHIT Ambon drh. Stevianus Ronsumbre tekankan protokol Zero Risk. “Ternak lolos karantina berarti aman penyakit menular, dukung ekonomi petani Maluku,” ujarnya. Pengiriman perdana ini jadi model replikasi ke Sorong dan Merauke.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kebutuhan Daging Timika-Papua Tenggama
Timika selama ini mengimpor 80 persen daging dari Jawa karena populasi sapi lokal hanya sekitar 2.000 ekor. Pasokan daging beku dari Sulawesi seharga Rp120.000/kg membuat harga di pasar Mimika naik menjadi Rp150.000/kg. Pengiriman ternak hidup berhasil menekan harga 20 persen, menjadi Rp100.000/kg.
Dinas Peternakan Papua Tenggama menargetkan swasembada daging pada 2030. Pengiriman 50 ekor sapi kali ini mencukupi kebutuhan Idul Adha Juni 2026 bagi 10.000 keluarga. Peternak lokal Timika juga mempelajari teknik penggemukan sapi Maluku untuk bibit unggul.
Pasar Tradisional Paumako Timika bersiap antisipasi lonjakan pembeli. Pedagang daging segar memesan tambahan 100 ekor dari pengiriman lanjutan Mei. Program KUR Peternakan senilai Rp500 juta memfasilitasi pengusaha lokal membeli ternak secara langsung.
Baca Juga: Heboh! Maluku Dorong Vaksinasi HPV, Lindungi Warga Dari Kanker Serviks
Koordinasi Lintas Provinsi
BKPP Maluku bersinergi dengan Dinas Peternakan Papua Tenggama melalui MoU Karantina Ternak 2026. Pengiriman via Pelabuhan Yos Sudarso–Ambon–Timika hemat ongkos 30 persen dibanding udara. BKHIT Jayapura menyambut ternak dengan karantina 24 jam dan pengulangan tes kesehatan.
Pelni Line menyiapkan kontainer reefer khusus ternak 40 feet, muat 60 ekor sekaligus. Biaya logistik Rp15 juta per kontainer ditanggung APBN melalui Ditjen Peternakan. Peternak Maluku memperoleh keuntungan Rp25 juta dari penjualan 50 ekor seharga Rp10 juta per ekor.
Forum Peternak Maluku–Papua merencanakan pengiriman rutin 200 ekor per bulan. Bibit sapi Bali unggul dikirim kembali ke Ambon untuk program breeding. Program Food Estate Timika memanfaatkan lahan 5.000 hektare untuk penggemukan sapi skala besar.
Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pengiriman ternak antarprovinsi berhasil menekan inflasi daging di Mimika hingga 5 persen, sekaligus menstabilkan harga beras dan sayur. Petani Maluku mendapat pasar baru, menambah pendapatan hingga Rp300 juta per tahun dari ekspor antarprovinsi, sementara peternak Papua hemat Rp20.000 per kilogram membeli daging segar lokal.
Program ini menjadi model nasional untuk karantina ternak antarprovinsi. Kementan menargetkan 10.000 ekor per tahun dari Maluku ke Papua dan Sulawesi. BKHIT Ambon melatih 50 petugas karantina mobile untuk melayani peternak di pelosok Seram dan Aru.
Masyarakat Timika menyambut positif inisiatif ini; survei menunjukkan 85 persen puas dengan turunnya harga daging. Idul Adha 2026 dipastikan aman tanpa kelangkaan, sehingga tak perlu impor mahal dari Australia. Peternak lokal juga membangun kandang modern dengan subsidi 50 persen dari Pemda Mimika.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ambon.antaranews.com
- Gambar Kedua dari karantinaindonesia.go.id