Pernyataan Gubernur Maluku yang mengajak anak muda menghidupkan semangat Pattimura menjadi sorotan dan mendapat perhatian luas masyarakat.
Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Saparua, Maluku Tengah, menjadi momentum penting bagi Gubernur Maluku untuk mengajak generasi muda menyalakan kembali semangat perjuangan Kapitan Pattimura. Dalam upacara yang digelar pada 15 Mei 2026 itu, ia menekankan bahwa nilai perjuangan tidak boleh berhenti di seremoni, tetapi harus hidup dalam tindakan nyata.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Peringatan Pattimura
Upacara Hari Pattimura ke-209 berlangsung pada 15 Mei 2026 di Saparua, tempat yang memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan perjuangan rakyat Maluku. Kegiatan dimulai dengan penyalaan dan arak-arakan Obor Pattimura sebagai simbol api perjuangan yang terus dijaga lintas generasi.
Gubernur Maluku hadir langsung dan memimpin rangkaian peringatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengingatkan kembali perjuangan besar rakyat Maluku pada 15 Mei 1817 yang dipimpin Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura.
Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan untuk merenungkan kembali arti pengorbanan, keberanian, dan persatuan. Menurutnya, semangat itu harus tetap menyala di hati anak muda Maluku.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pesan Untuk Generasi Muda
Gubernur mengutip pesan perjuangan Pattimura bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit.” Pesan itu ia sampaikan untuk menegaskan bahwa perjuangan tidak boleh padam meski zaman telah berubah.
Ia mendorong generasi muda agar berani berinovasi, keluar dari zona nyaman, dan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Anak muda diminta menjadi pelaku aktif yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut gubernur, semangat Pattimura harus diwujudkan dalam kerja keras, kreativitas, dan kepedulian sosial. Ia juga menekankan bahwa generasi muda perlu membangun karakter yang tangguh agar dapat menghadapi tantangan zaman modern.
Baca Juga: Warga Panik! Gempa M6,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami
Nilai Persatuan
Dalam pidatonya, Gubernur Maluku menegaskan bahwa perjuangan Pattimura selalu berkaitan dengan keberanian membela rakyat kecil dan menolak ketidakadilan. Ia menilai semangat itu relevan untuk masa kini, terutama dalam menghadapi ketimpangan sosial dan ketertinggalan pembangunan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan tanpa memandang suku, agama, maupun golongan. Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi penghalang untuk bergerak bersama membangun Maluku.
Pesan ini dinilai penting karena pembangunan tidak akan berjalan baik jika masyarakat terpecah. Dengan semangat gotong royong, Gubernur berharap seluruh elemen daerah bisa menjadi bagian dari kekuatan bersama menuju kemajuan.
Menuju Indonesia Emas
Peringatan Hari Pattimura tahun ini juga dikaitkan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Gubernur berharap generasi muda Maluku dapat tumbuh sebagai sumber daya manusia unggul yang siap membawa daerah berkontribusi dalam agenda nasional.
Ia menegaskan bahwa semangat Pattimura harus menjadi energi penggerak pembangunan, bukan hanya kebanggaan sejarah. Dengan karakter yang kuat dan visi yang jelas, anak muda Maluku diharapkan mampu tampil sebagai penggerak perubahan.
Gubernur pun menutup arahannya dengan harapan agar api perjuangan Pattimura tetap menyala di dada generasi muda. Baginya, masa depan Maluku dan Indonesia ada di tangan anak muda yang mau bekerja, bersatu, dan berani bermimpi besar.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ambon.antaranews.com
- Gambar Kedua dari antarafoto.com