Gempa berkekuatan 5,5 magnitudo mengguncang Maluku Tengah pada Sabtu pagi (17/1/2026), dirasakan cukup lama oleh warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah memastikan tidak ada kerusakan yang terjadi akibat gempa. BMKG menyebut gempa ini termasuk jenis dangkal akibat aktivitas lempeng Banda dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Maluku Tengah Diguncang Gempa 5,5 Magnitudo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah memastikan gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi tidak menimbulkan kerusakan. Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di wilayah Kabupaten Maluku Tengah dan sekitarnya, meski tidak ada laporan dampak fisik.
Kepala BPBD Maluku Tengah menjelaskan, meski getarannya terasa agak lama, kedalaman pusat gempa membuat dampak terhadap bangunan dan fasilitas umum minimal. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
BPBD terus memantau situasi dan bersiap untuk melakukan tanggap darurat jika terjadi laporan kerusakan atau kebutuhan evakuasi. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menyiapkan rencana kesiapsiagaan.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Gempa tersebut berpusat pada koordinat 3,26 Lintang Selatan dan 128,72 Bujur Timur, sekitar 26 kilometer barat laut Maluku Tengah. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 59 km, yang menjadi faktor mengapa meskipun getarannya kuat, dampak fisik minimal.
BPBD menekankan bahwa koordinat dan kedalaman ini penting untuk analisis risiko dan persiapan mitigasi bencana. Semua posko tanggap darurat tetap siaga untuk merespons apabila terdapat laporan masyarakat terkait kerusakan atau korban.
Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk memantau informasi gempa melalui BMKG dan kanal resmi BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Baca Juga: Brimob Maluku Bantu Warga STAIN Pasca Konflik, Aksi Humanis Bawa Senyum
BMKG Sebut Gempa Maluku Bersumber dari Lempeng Banda
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini termasuk jenis gempa dangkal. Terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng Banda, yang menyebabkan pergerakan naik atau thrust fault. Mekanisme ini sering menimbulkan getaran yang cukup kuat di permukaan.
BMKG menjelaskan, meskipun gempa dangkal umumnya menimbulkan kerusakan signifikan, kedalaman 59 km membuat dampak fisik di permukaan relatif kecil. Analisis lebih lanjut terus dilakukan untuk memantau aktivitas seismik dan mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Warga diminta tetap mengikuti arahan BMKG terkait potensi gempa susulan, menjaga jarak dari bangunan yang rawan, dan memastikan jalur evakuasi serta titik aman di rumah dan fasilitas publik sudah siap.
BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Himbauan Warga
BPBD Kabupaten Maluku Tengah menegaskan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama. Tim tanggap darurat siaga dan siap merespons apabila muncul laporan dampak gempa, termasuk potensi kerusakan bangunan atau cedera pada warga.
BPBD mengimbau warga untuk selalu menyiapkan rencana tanggap darurat, termasuk jalur evakuasi, lokasi aman, dan kotak P3K. Kesadaran masyarakat dan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan menjadi kunci mitigasi risiko bencana.
Selain itu, sosialisasi kesiapsiagaan bencana terus dilakukan, termasuk memberikan panduan mengenai gempa dan prosedur aman saat terjadi getaran. Masyarakat diingatkan untuk tidak panik, tetap tenang, dan selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri serta keluarga.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com