DPRD Maluku menyoroti pentingnya peningkatan pelabuhan dan layanan ferry untuk memperkuat konektivitas antar pulau di wilayah kepulauan tersebut.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku fokus pada pengembangan transportasi laut di wilayah kepulauan tersebut. Kondisi jalan darat yang rusak dan tingginya risiko kecelakaan mendorong peningkatan pelabuhan serta akses ferry antar pulau. Langkah ini diharapkan mempercepat konektivitas dan menumbuhkan ekonomi lokal di Maluku.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Dorongan DPRD Untuk Ferry Baru
DPRD Maluku mendorong pembangunan jalur penyeberangan ferry dan pelabuhan pendukung di jalur Saleman–Sawai, Kecamatan Seram Utara. Ruas jalan penghubung kedua wilayah itu diketahui rusak parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidyat Wajo, menilai ferry menjadi alternatif transportasi yang lebih aman dibandingkan jalan darat.
Komisi III DPRD telah mengusulkan proyek ini kepada Dinas Perhubungan Provinsi Maluku dan pemerintah kabupaten/kota terkait. Usulan itu juga direncanakan dibawa ke Kementerian Perhubungan agar masuk dalam program prioritas nasional. Parlemen daerah optimistis, jika proyek disetujui, ferry akan menjadi garda depan konektivitas maritim di Maluku.
Pembangunan ferry Saleman–Sawai bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi usulan resmi yang disusun dengan pertimbangan keselamatan warga. Para wakil rakyat mengaitkan proyek ini dengan kebutuhan nyata warga Seram Utara yang kerap mengeluhkan kondisi jalan. Dengan adanya jalur ferry, aktivitas warga, pelajar, dan pelaku usaha diharapkan berjalan lebih lancar dan aman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dampak Sosial dan Ekonomi Bagi Warga
Peningkatan pelabuhan dan akses ferry akan membawa dampak langsung bagi masyarakat pesisir Maluku. Konektivitas antar pulau yang lebih lancar artinya waktu tempuh perjalanan akan berkurang. Warga dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, pendidikan, pasar, serta pusat administrasi pemerintahan.
Perekonomian lokal juga diharapkan mengalami efek positif. Nelayan dan pelaku usaha kecil bisa membawa hasil laut dan produk pertanian lebih cepat ke pasar utama. Dengan jaringan ferry dan pelabuhan yang baik, distribusi barang menjadi lebih efisien, sehingga biaya logistik bisa ditekan.
Selain itu, akses transportasi yang lebih aman mengurangi risiko kecelakaan di jalur darat. Warga tidak perlu lagi memaksakan diri lewat jalan rusak hanya untuk menjangkau wilayah lain. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pun diharapkan lebih stabil karena keterhubungan antar pulau makin kuat.
Baca Juga: Geger! Polda Maluku Gandeng TNI-Polri, Langsung Perketat Keamanan Daerah
Perbaikan Infrastruktur Transportasi Laut
Selain jalur ferry baru, DPRD juga mendorong percepatan pembangunan dermaga dan infrastruktur pelabuhan di beberapa titik strategis. Kebutuhan ini muncul karena banyak pelabuhan di Maluku masih terbatas kapasitas dan fasilitasnya. Kondisi tersebut menghambat mobilitas barang dan penumpang, terutama di kawasan kepulauan terpencil.
Komisi III DPRD berencana mengintegrasikan proyek ini dengan kebijakan transportasi laut provinsi. Rencana pengembangan pelabuhan diharapkan tidak hanya sekadar memperluas daratan, tetapi juga memperkuat konektivitas antar kabupaten. Dengan pelabuhan yang lebih baik, layanan angkutan laut antar pulau bisa berjalan lebih tepat waktu dan teratur.
Pemerintah daerah juga dituntut lebih proaktif mengajukan program infrastruktur pelabuhan ke pemerintah pusat. Dengan memanfaatkan skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pembangunan dermaga dan pelabuhan feri diharapkan bisa terwujud. Langkah ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada jalan darat yang rawan rusak dan macet.
Langkah Strategis ke Depan
DPRD Maluku menekankan bahwa pengembangan pelabuhan dan jalur ferry harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Program ini tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi perlu diikuti oleh pengelolaan yang profesional. Pelabuhan yang baik harus didukung SDM, regulasi, dan sistem operasional yang teratur.
Pemerintah provinsi juga diminta menyusun rencana induk transportasi laut yang terintegrasi dengan mega proyek seperti Maluku Integrated Port. Proyek pelabuhan terpadu ini diharapkan menjadi simpul utama konektivitas maritim di Maluku. Kombinasi pelabuhan besar dan jalur ferry lokal akan memperkuat rantai perekonomian dan distribusi.
Ke depan, masyarakat diminta terus mengawasi realisasi janji pembangunan ini. Partisipasi publik penting untuk memastikan anggaran digunakan optimal dan proyek selesai tepat waktu. Dengan dukungan DPRD, pemerintah, dan warga, peningkatan pelabuhan dan akses ferry di Maluku bisa menjadi kunci kemajuan daerah kepulauan ini.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ambon.antaranews.com
- Gambar Kedua dari ambon.antaranews.com