Gubernur Maluku murka atas maraknya penambangan ilegal, sehingga aparat diminta segera menindak tegas para pelaku di lapangan.
Gubernur Maluku Henderik Lewerissa murka atas maraknya penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru. Ia memerintahkan razia tegas dengan melibatkan aparat gabungan untuk menyelamatkan lingkungan. Aktivitas ini dinilai mengancam bencana dan merusak ekosistem, sementara warga menyambut baik tindakan tersebut.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Kronologi Murka Gubernur dan Temuan Awal
Kemarahan Gubernur Lewerissa meledak usai laporan intelijen soal aktivitas tambang liar di Gunung Botak. Penambang gunakan alat berat tanpa izin, gali emas secara sembunyi-sembunyi. Situasi makin parah saat warga laporkan longsor kecil di sekitar lokasi. Laporan ini datang langsung dari kepala desa yang khawatir warganya terancam.
Pada Selasa (15/4/2026), gubernur tegaskan sikap di Ambon. Ia prediksi perlawanan dari kelompok kepentingan. “Kami sudah antisipasi ada yang gerakkan unjuk rasa,” katanya. Tim gabungan langsung inspeksi lapangan temukan 20 titik galian aktif. Hasil inspeksi langsung dilaporkan ke gubernur sore harinya.
Razia awal tangkap 15 penambang ilegal beserta peralatan. Gubernur perintahkan satgas ad hoc bentuk dalam 48 jam. Kronologi ini mulai dari laporan masyarakat hingga perintah turun langsung ke polisi dan TNI. Semua langkah dilakukan cepat agar penambang tak sempat pindah lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Marak Penambangan Ilegal di Gunung Botak
Harga emas dunia melonjak picu liarnya aktivitas tambang. Gunung Botak kaya deposit emas aluvial mudah digali. Penambang lokal tergiur untung cepat tanpa modal besar. Kurang pengawasan aparat daerah jadi celah utama. Banyak yang bilang mereka cari nafkah karena susah cari kerja lain.
Konflik 10 koperasi resmi vs penambang liar perburuk situasi. Gubernur sebut negara pegang kuasa pertambangan. “Bukan masalah emasnya, tapi selamatkan lingkungan,” tegasnya. Faktor ekonomi miskin warga Buru dorong mereka ambil risiko. Sawah dan kebun sudah tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Riwayat penolakan warga terhadap koperasi resmi abaikan aturan lingkungan. Penambang ilegal manfaatkan kekacauan ini. Penyebab utama lemahnya penegakan hukum sejak 2025 jadi akar masalah kronis. Koordinasi antarinstansi sebelumnya memang kurang maksimal di lapangan.
Baca Juga: Wakapolda Maluku Turun Langsung Awasi Seleksi Bintara, Ini Yang Disoroti!
Dampak Lingkungan dan Sosial Yang Mengerikan
Aktivitas galian sebabkan deforestasi luas di Gunung Botak. Pohon gundul, longsor rawan saat hujan deras. Air sungai tercemar merkuri beracun ancam ikan dan pertanian. Warga sekitar alami penyakit kulit misterius. Anak-anak tak bisa main di sungai karena air berbau menyengat.
Ekonomi warga terganggu karena lahan pertanian rusak. Konflik antarwarga muncul soal hak lahan. “Bencana ekologis sudah terjadi,” kata aktivis lingkungan. Anak-anak sekolah rentan polusi debu galian harian. Ikan di sungai sudah mati massal beberapa bulan lalu.
Potensi bencana besar seperti banjir bandang tinggi. Habitat satwa liar hilang, ekosistem pegunungan terganggu permanen. Dampak sosial termasuk migrasi penduduk ke kota akibat lahan tak produktif lagi. Banyak keluarga terpaksa tinggalkan kampung halaman cari hidup di Ambon.
Penanganan Tegas Gubernur dan Satgas Gabungan
Gubernur Lewerissa bentuk Satgas Penertiban libat Polda Maluku, Kodam XV/Pattimura, dan tim lingkungan. Perintah razia harian mulai Rabu (16/4) tutup semua titik ilegal. Alat berat disita, penambang diproses hukum. Tim gabungan sudah bergerak pagi-pagi buta ke lokasi.
Koordinasi dengan 10 koperasi resmi pastikan operasi patuh aturan. Gubernur beri tenggat 7 hari kosongkan lokasi. “Setiap pelanggaran ditindak tegas,” tegas Kapolda Maluku. Monitoring drone dipasang pantau 24 jam. Koperasi resmi diminta bantu warga cari mata pencaharian baru.
Langkah lanjutan revitalisasi lahan pasca-razia. Program tanam pohon massal dan bantu ekonomi alternatif warga. Penanganan ini prioritaskan keselamatan lingkungan sekaligus keadilan ekonomi berkelanjutan. Petani dapat bibit unggul gratis dan pelatihan usaha kopi lokal.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari rakyatmaluku.fajar.co.id
- Gambar Kedua dari bbc.com