Wakapolda Maluku meninjau langsung proses seleksi Bintara Polri untuk memastikan berjalan bersih, transparan, dan tanpa kecurangan.
Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni meninjau langsung pemeriksaan kesehatan (rikkes) tahap I seleksi Bintara Polri TA 2026 di SPN Polda Maluku, Selasa 14 April 2026. Ia menegaskan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) serta pengawasan ketat oleh Itwasda dan Propam untuk menjaga integritas seleksi.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Maluku.
Kronologi Peninjauan Wakapolda di Lapangan
Selasa pagi, 14 April 2026, Brigjen Imam Thobroni tiba di SPN Polda Maluku pukul 08.30 WIT. Langsung inspeksi ruang rikkes tahap I peserta Bintara. Didampingi Karo SDM, Dirlantas, Kabid Keu, Kabid Dokkes. Pantau langsung antrean peserta dari berbagai kabupaten Maluku.
Proses rikkes mulai pukul 07.00 WIT meliputi tinggi-berat badan, mata, gigi, THT, tekanan darah, postur, kulit. Wakapolda cek kesiapan panitia dan fasilitas medis. 118 peserta ikut seleksi harian ini. Dokumentasi foto-video resmi unggah humas Polda.
Brigjen Imam beri arahan singkat di lapangan. Peninjauan selesai pukul 10.00 WIT tanpa hambatan. Peserta tetap semangat meski tes ketat. Koordinasi internal panitia langsung diperbaiki usai masukan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Pengawasan Intensif Seleksi Bintara
Rekrutmen Polri sering dikritik publik soal transparansi masa lalu. Prinsip BETAH jadi pedoman wajib cegah kolusi internal. Wakapolda tekankan nol toleransi “main mata” sejak tahap awal. Kasus nasional sebelumnya jadi pelajaran berharga.
Jumlah peserta capai ratusan dari Maluku, Maluku Utara, Maluku Barat Daya. Persaingan ketat butuh seleksi objektif absolut. Rikkes tahap I eliminasi 30-40 persen peserta. Kredibilitas jadi taruhan Polda Maluku di mata masyarakat.
Reformasi birokrasi Polri 2026 targetkan SDM unggul tanpa intervensi. Pengawasan langsung pimpinan cegah praktik nepotisme lokal. Data historis tunjukkan 15 persen kasus diskualifikasi kesehatan akibat manipulasi. Transparansi tingkatkan kepercayaan publik.
Baca Juga: Ambon Heboh! Buronan Narkoba Diciduk Jaksa Di Pasar Mardika, Ini Kronologinya
Dampak Pengawasan Terhadap Peserta dan Institusi
Peserta merasa adil dan terhormat berkat pengawasan Wakapolda. Mental bertanding naik meski tes ketat. Eliminasi transparan kurangi protes pasca-seleksi. Humanis panitia sejalan arahan BETAH tingkatkan citra Polri lokal.
Kredibilitas Polda Maluku melonjak di mata masyarakat. Berita peninjauan viral medsos dapat dukungan netizen. Proses seleksi jadi etalase profesionalisme reformasi Polri. Calon bintara terpilih wakili generasi muda Maluku yang berkualitas.
Efek jangka panjang tingkatkan kualitas kaderisasi Polri daerah. Peserta gagal dapat feedback jelas kekurangan kesehatan. Motivasi ikut seleksi berikutnya tetap tinggi. Institusi polisi untung dapat personel sehat mental fisik prima.
Strategi Penanganan dan Instruksi Wakapolda
Panitia wajib pegang prinsip BETAH tanpa kompromi. Penjelasan terbuka ke peserta gagal soal kekurangan spesifik. Pengawasan Itwasda dan Bid Propam 24 jam pantau seluruh tahapan. Sanksi tegas pelanggar internal langsung berlaku.
Brigjen Imam tegas: “Tidak ada ruang untuk praktik ‘main mata’. Peserta yang memenuhi syarat akan lanjut, sementara yang belum memenuhi syarat harus dijelaskan secara terbuka letak kekurangannya.” Arahan ini jadi pedoman baku panitia. Dokumentasi CCTV wajib semua ruang tes.
Polda Maluku targetkan 52 bintara Brimob lolos akhir seperti 2025. Rencana asistensi ke polres jajaran bulan depan. Edukasi calon peserta soal persiapan rikkes digencarkan. Hotline pengaduan aktif respons cepat 24 jam.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari rakyatmaluku.fajar.co.id
- Gambar Kedua dari malukuexpress.com