Ratusan siswa di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG di empat sekolah setempat.

Kejadian ini memicu perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, yang segera mengambil langkah cepat dengan mengirim sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Balai POM di Ambon dan Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku untuk dilakukan uji laboratorium.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Maluku.
Kronologi Keracunan Massal
Keracunan terjadi setelah siswa di empat sekolah, yaitu SD Inpres Talaga Ratu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 SBB, SMA Negeri 1 Kairatu, dan Taman Kanak-kanak Talaga Ratu, mengonsumsi hidangan MBG yang terdiri dari nasi putih, telur, tahu, dan sayur. Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, ratusan siswa mulai mengalami gejala mual, muntah, diare, dan pusing kepala.
Gejala yang muncul secara serentak pada sejumlah siswa membuat pihak sekolah panik. Orang tua pun segera mengantar anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat. Kejadian ini langsung menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait keamanan makanan dalam program MBG yang selama ini digencarkan untuk meningkatkan gizi anak sekolah di daerah itu.
Langkah Cepat Dinas Kesehatan
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan, memastikan pihaknya segera bertindak. “Usai terjadi keracunan, kami langsung mengirim sampel menu MBG ke Balai POM di Kota Ambon,” ujar Gariman.
Selain Balai POM, pihak Dinas Kesehatan juga membawa sampel makanan tersebut ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku (Labkes). Dengan membawa sampel ke dua lokasi uji laboratorium, Dinkes berharap bisa memastikan penyebab keracunan secara akurat. “Kami ingin memastikan apakah keracunan ini akibat kontaminasi bakteri, bahan berbahaya, atau faktor lain,” tambahnya.
Sampel makanan yang dikirim kini sedang menjalani serangkaian uji laboratorium. Hasil dari uji tersebut diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah menekankan bahwa langkah ini dilakukan demi keselamatan siswa dan memastikan program MBG tetap aman di masa mendatang.
Baca Juga: Polres SBB Gerebek Judi Sabung Ayam, Dua Pelaku Diciduk, Tujuh Motor Diamankan!
Dampak Pada Sekolah dan Operasional Dapur MBG

Sebagai respons atas kejadian ini, pemerintah Kabupaten SBB langsung mengambil langkah preventif dengan menutup sementara seluruh dapur MBG di wilayah tersebut. Penutupan ini bertujuan untuk mencegah potensi keracunan lebih lanjut hingga hasil uji laboratorium keluar.
Pihak sekolah pun bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh siswa yang mengalami gejala keracunan. Beberapa siswa yang mengalami gejala berat dirawat di rumah sakit, sementara yang lainnya mendapatkan perawatan di pos kesehatan sekolah.
Langkah penutupan dapur MBG juga diikuti dengan pemeriksaan kebersihan, penyimpanan, dan pengolahan makanan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa standar keamanan makanan akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pentingnya Keamanan Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah. Terutama di wilayah terpencil. Menu MBG biasanya terdiri dari kombinasi karbohidrat, protein, dan sayur yang seimbang agar anak mendapatkan nutrisi lengkap.
Kejadian keracunan massal ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan makanan harus selalu menjadi prioritas. Pemerintah daerah, sekolah, dan penyedia catering harus memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan bersih, layak konsumsi, dan diolah dengan standar higienis tinggi.
Selain itu, pengawasan rutin terhadap dapur MBG juga perlu dilakukan, termasuk uji laboratorium berkala untuk memastikan tidak ada kontaminasi yang membahayakan kesehatan anak-anak.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Maluku dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpecaya hanya di Info Kejadian Maluku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari bdlive.co.za